METROPOLITAN – Karena viral di media sosial, akhirnya petugas medis dari Puskesmas Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi rumah balita 2,5 tahun yang diketahui kerap mengisap rokok, Rabu (15/8). Hasilnya petugas memastikan balita yang berinisial RAF ini memang mulai mengalami tanda kecanduan rokok.

Sebelumnya RAF putra dari pasangan Misbahudin (45) dengan Maryati (35) warga Kampung Pondokanyar, RT 04/04, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, itu menghebohkan masyarakat Sukabumi. Perilaku RAF dinilai tak wajar. Ia seringkali mengambil puntung rokok yang berada di depan rumahnya. ”Awalnya RAF mengalami status gizi di Bawah Garis Merah (BGM),” ujar Kepala Puskesmas Cibadak Maman Surahman kepada wartawan di sela-sela memeriksa kondisi kesehatan RAF.

Setelah ditangani petugas puskemas, status gizinya mulai membaik. Namun kini, jelas Maman, balita tersebut mulai merokok. Bahkan RAF mulai mengalami gejala kecanduan merokok. Contohnya bila meminta rokok kepada orang tuanya dan tidak diberikan maka RAF akan marah.

Kondisi tersebut, lanjut Maman, dikarenakan faktor orang tua dan lingkungan. Salah satunya akibat pendidikan orang tua yang kurang dan faktor kebiasaan. Selain itu orang tua dinilai terlalu memanjakan anaknya tersebut karena mereka baru memiliki anak laki-laki. RAF merupakan anak keenam. Semua kakak RAF merupakan perempuan. ”Sehingga ketika anak minta ini dan itu diberikan, termasuk rokok sehingga ketagihan seperti ini kejadiannya,” katanya.

Untuk mengembalikan kondisinya ke normal, ungkap Maman, diperlukan kesadaran orang tua dengan tidak menuruti keinginannya merokok. Penanganan selanjutnya yakni melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya, tidak hanya kesehatan. RAF perlu menjalani terapi agar tidak merokok lagi. Koordinasi dilakukan antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Sosial serta aparat kecamatan. Upaya terapi diperkirakan hanya selama satu bulan. Selepas itu nantinya dilanjutkan oleh orang tua di rumah.

Ibu kandung RAF, Maryati, membenarkan anaknya marah jika tidak diberikan rokok. ”Bila anak saya minta rokok dan tidak diberikan, marah bahkan sampai mencakar,” ujarnya. Maryati mengatakan, saat tidur pun RAF harus memegang sebatang rokok. Awal kecanduan rokok anaknya tersebut karena mengambil puntung rokok di halaman rumah maupun di jalanan. Selanjutnya, Maryati mengaku anaknya mengisap atau memakan puntung rokok. Sehingga dalam sehari anaknya bisa menghabiskan dua hingga tiga batang rokok. (rep/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here