Dari kiri ke kanan : 1. Emir Syarif Ismel (Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi) 2. Marwan Hamami (Bupati Kabupaten Sukabumi) 3. Guntur Witjaksono (Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan) 4. Kuswahyudi (Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat)

METROPOLITAN – Bupati Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono bersama-sama memukul gong tanda diresmikannya Desa Loji sebagai Desa sadar Jaminan Sosial ketenagakerjaan Tingkat Wilayah Jawa Barat.

Kegiatan Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan  ini disaksikan oleh Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Barat, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa Loji, Perangkat Desa dan, Ketua RW dan RT Desa Loji.

Marwan Hamami mengatakan, pentingnya perlindungan jaminan sosial, karena masyarakat tidak pernah tahu kapan musibah seperti kecelakaan atau bahkan meninggal dunia menghampiri. “Seluruh badan usaha yang akan mendaftarkan izin usahanya melalui Dinas Perizinan wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Marwan menginstruksikan seluruh pegawai Non ASN yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk segera mendaftar menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Saat ini Perangkat Desa di Kabupaten Sukabumi dapat lebih ditingkatkan lagi kesejahteraannya dengan ikut Program Jaminan Pensiun,” bebernya lagi. Tidak hanya pegawai Non ASN, Marwan menegaskan bahwa seluruh kegiatan usaha baik yang berbadan hukum maupun yang perorangan wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu Guntur Witjaksono, selaku Ketua Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mengapresisasi instruksi langsung Bupati ke SKPD jajarannya demi kesejahteraan seluruh pekerja yang ada di wilayahnya. ”Tujuan dari program Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan ini supaya seluruh masyarakat mengerti dan sadar serta segera mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan sosial atas resiko kecelakaan kerja dan kematian,” ujar Guntur.

Kuswahyudi selaku Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat di Palabuhan Ratu, Senin mengatakan, Kuswahyudi mengatakn “BPJS Ketenagakerjaan mendukung penuh instruksi dari Bupati demi kesejahteraan pegawai Non ASN maupun pekerja yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi,”

“Saat ini baru beberapa desa yang perangkat desanya terdaftar dalam 4 program BPJS Ketenagakerjaan yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun, diharapkan sesuai instruksi Bupati untuk segera mendaftarkan seluruh Pegawai Non ASN dalam 4 program” ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Emir Syarif Ismel, menambahkan,

“Dasar utamanya karena perangkat desa ini telah sadar dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga seluruh masyarakat pekerja di desa ini akan terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” kata Emir, usai penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Desa Loji dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara Kepala Desa Loji, Embar Subarna, mengatakan, manfaat program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi warganya.

“Jadi, seluruh warganya yang bekerja akan terlindungi oleh jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” kata Embar. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here