Ditonton Warga Malaysia dan Korea

by -1 views

METROPOLITAN – Untuk keempat kalinya, Festival Helaran Seni Budaya dan Mobil Hias dalam menyambut Hari Jadi Bogor ke-536, kembali digelar, kemarin. Sejak pukul 06:00 WIB, 16 kuda bersama puluhan iring-iringan dan mobil hias bersiap untuk pawai dari Taman Air Mancur, melewati Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Jalak Harupat, menuju garis finish di Taman Kencana.

Lebih dari ratusan peserta iring-iringan, yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD, sanggar, hotel, mal, hingga perwakilan enam daerah se-Jawa Barat ikut memeriahkan festival jalanan itu. Berbagai seni kebudayaan ditampilkan, mulai dari sisingaan, reog ponorogo hingga barongsai pun mengundang decak kagum para penungunjung. Apalagi, festival ini didukung penuh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, yang juga turut hadir menikmati pawai.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengatakan, Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan sejak awal mendukung penuh helaran sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor. Tahun ini menjadi tahun pertama pihak kementerian menghadiri helaran.

“Selalu diundang tiap Helaran, tapi ini tahun pertama datang. Selain itu, kali ini juga support langsung dengan jelas, dipromosikan lewat berbagai media sosialnya. Sehingga tidak hanya dilihat se-Indonesia, tapi juga dunia internasional,” kata Shahlan saat ditemui Metropolitan, di Taman Kencana.

Alhasil, sambung dia, ada beberapa pengunjung yang berasal dari luar negeri, menonton Helaran Seni Budaya ini. Tercatat, ada 15 orang dari Distrik Langkawi, Negara Bagian Kedah Darul Aman, Malaysia, yang sedang menjalani pertukaran ilmu masakan Sunda dan Betawi di Bogor, menikmati jalannya festival. “Selain itu, tadi ada 20-40 pelajar dari Korea Selatan, yang sedang pertukaran pelajar dengan kita. Memang kalau peserta belum ada tahun sekarang, nah dengan promosi yang gencar dan membludaknya penonton, tahun depan ada peserta dari mancanegara,” ucapnya.

Hal itu pun dinilai sejalan dengan tujuan digelarnya Helaran Seni Budaya dan Mobil Hias, yakni meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal dan mancanegara. Selain itu, sebagai bentuk pelestarian budaya, yang seiring dengan meningkatnya nilai ekonomi masyarakat. “Yang jualan pada laku. Ujungnya kan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga ikut terdongkrak,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Peringatan HJB ke-536 Hery Karnadi mengungkapkan ada lebih dari 600 personil keamanan serta teknis lainnya, yang membantu pelaksanaan Helaran agar kondusif, baik dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Polresta Bogor Kota, hingga Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim). “Dishub 100 personel, Satpol PP 200 orang, petugas kebersihan 50 orang, kurang lebih 600 orang terlibat,” katanya.

Pria yang juga Kepala Satpol PP Kota Bogor ini menambahkan, ada perwakilan dari daerah lain se-Jawa Barat, yang turut menampilkan bermacam jenis kebudayaan lokal kasundaan. Diantaranya, Kabupaten Sumedang, Kabu­paten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi dan Kabupaten Bogor. “Melihat kepesertaan, lebih banyak tahun sekarang,” imbuhnya,

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishub Kota Bogor Theofillio Francino Freitas mengaku, pihaknya perlu melakukan rekayasa lalu lintas, karena iring-iringan melebihi jadwal yang ditentukan. “Rencananya, selesai iring-iringan jam 11, nyatanya sampai jam 12. Saking banyaknya yang ikut pawai. Rekayasa lalin yang padat dari Warungjambu ke Air mancur ditutup, sedangkan Jalan Jalak Harupat normal, hanya dipakai satu jalur,” pungkasnya. (ryn/b/els)