Link Banner

METROPOLITAN – Keberadaan Sungai Cipamingkis yang merupakan Anak Sungai Citarum, dirasakan begitu banyak manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai komponen penting dalam kehidupan, sudah selayaknya air dan sungai Cipamingkis dilestarikan dan dijaga. Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui kelompok peserta Diklat Reform Leader Academy (RLA) XII LAN RI mengadakan aksi yang dinamakan Implementasi Rencana Aksi Birokrasi yang di dalamnya terdapat sosialisasi dan aksi nyata untuk menjaga sungai. Kegiatan tersebut diadakan di Kampung Dayeuh, Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, kemarin.

Ketua Tim Diklat yang juga menjabat Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Endah Nurmayati, mengatakan, aksi ini untuk mencegah agar Sungai Cipamingkis yang merupakan anak Sungai Citarum tidak tercemar. Hal tersebut dikarenakan banyak warga yang masih menggunakan air Cipamingkis untuk kehidupan sehari-hari. “Kita akui masyarakat kita masih mempunyai bad habbit (kebiasaaan buruk) membuang sampah di sungai. Oleh karena itu, kita ingin memberdayakan masyarakat dengan memberikan pelatihan bagaimana mengelola sampah terutama sampah plastik agar dapat di-reduce, di-reuse dan di-recycle (3R) yang akhirnya nanti tidak mencemari sungai” terangnya.

Endah menambahkan, dirinya bersama Tim Diklat juga mempersiapkan rencana program yang nanti akan dijadikan usulan serta masukan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk bagaimana membuat sebuah policy (kebijakan) dalam menata sungai dan daerah sekitarnya. “Kita akan membuat sebuah program bagaimana sungai itu tidak hanya di normalisasi tapi juga di naturalisasi, ini akan mengembalikan fungsi sungai itu sendiri seperti awal. Kita juga akan mensinergikan juga dengan program pemerintah daerah Kabupaten Bogor seperti program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Dinas PKPP, kemudian program pembuatan sanitasi komunal Dinas PUPR, Kampung Ramah Lingkungan Dinas DLH dan beberapa program di SKPD lain yang berhubungan.

Intinya kita ingin sungai kita tidak tercemar dan pemanfaatannya dapat dirasakan masyarakat” tambah Endah Sementara itu, Kepala Desa Sukanegara, Muhibatul Islamiyah, memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada rombongan Diklat RLA atas kepedulian terhadap lingkungan dan sungai di wilayahnya. “Saya ucapakan terima kasih kepada rombongan Diklat RLA yang benar-benar memberikan memberikan contoh dan pelatihan kepada masyarakat bagaimana mereka dapat menjaga lingkungan dan sungai dari pencemaran sampah. Saya harap kegiatan ini dapat diperluas

wilayahnya ke desa-desa lain” kata Muhibatul.(*/rez/py)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here