METROPOLITAN – Warga Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, dibuat geger dengan terkuaknya kasus pembunuhan. Gundukan tanah yang berada di kebun bambu di tengah perkampungan warga, mendadak digali polisi. Aroma busuk pun tercium menyengat hingga polisi menemukan bangkai manusia telentang. Anton, pemuda 21 tahun di RT 02/09, Kampung Borongkauman, itu tewas dibunuh teman-temannya.

Terkuaknya kasus pembunuhan Anton itu berawal dari adanya laporan warga tentang bau menyengat yang ada di sekitar kebun. Ditambah ada warga yang kehilangan sanak keluarganya. Warga pun langsung melaporkannya ke polisi hingga dilakukan olah TKP. Ketika itu, penggalian tanah yang menjadi sumber bau tersebut menyita perhatian warga. Apalagi saat ditemukan sosok manusia yang tewas telentang dalam gundukan tanah.

Kakak korban, Atin, mengaku syok mendengar adik kandungnya meninggal dengan keadaan tak wajar. “Iya, itu ade saya. Saya minta pelaku dihukum setimpal,” pintanya.

Selama ini Anton kerap membantunya membuat kerajinan tas. Namun takdir tak dapat ditolak. Anton tewas di tangan teman-temannya sendiri yakni A (22) dan I (23). Padahal sebelum adiknya ditemukan tewas, ia masih sempat kerja bareng membuat  kerajinan tas. Namun saat itu kedua pelaku menyambanginya untuk bermain.

“Kedua pelaku nyamper adik saya, mau diajak bisnis motor. Jam tujuh malam sehabis Isya, saat itu hari Kamis, adik saya pergi bahkan sempat meminta uang Rp10.000 ke bapak saya. Sehabis itu nggak ada kabar. Pas saya tanya ke pelaku, nggak tahu. Jawabnya ia sempat main tapi dia malam itu pulang lagi,” ungkapnya.

Usut punya usut, rupanya korban sengaja diajak main bahkan mabuk-mabukan hingga tak sadarkan diri sebelum akhirnya tubuhnya dikubur. “Korban menghilang sudah hampir 12 hari. Saat itu juga setelah dilakukan pengembangan oleh jajaran anggota Unit Reskrim, korban diketahui terakhir pergi dengan A dan G. Kami pun akhirnya membawa pelaku ke kantor polsek. Di polsek, pelaku masih beralibi,” beber Kapolsek Ciampea Kompol Adi Fauzi, Kamis (9/8/18).

Adi melanjutkan, setelah dilakukan penelusuran karena kedua pelaku masih beralibi, polisi pun akhirnya mendapat titik korban serta di mana dikuburnya oleh kedua pelaku. “Saat itu anggota kepolisian juga mendapat laporan dari warga bahwa ada bau busuk di perkebunan dekat pohon bambu yang tak jauh dari rumah pelaku,” katanya.

Dari sana, tambah Adi, anggota Unit Reskrim langsung ke lokasi di mana titik korban dikubur. ‚ÄúSetelah digali, benar ternyata korban sudah bau busuk dengan kondisi telentang,” ungkapnya.

Hingga kini, Adi mengaku belum mengetahui motif pastinya sehingga korban harus meregang nyawa. Namun dugaan sementara korban dibunuh dengan secara berencana dan motor milik korban dikuasai pelaku. Barang bukti yang diamankan satu kendaraan sepeda motor merek Yamaha Mio yang telah dipereteli.

“Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati untuk dilakukan outopsi. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Ciampea. Sedangkan untuk kedua pelaku diancam hukuman 20 tahun penjara, bahkan seumur hidup,” tandasnya. (akhr/ads/d/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here