Sampai September, Jadwal KRL Bogor-Jakarta Molor 15 Menit

by -1 views

METROPOLITAN – Bagi warga Kota Bogor yang beraktivitas di Ibu Kota Jakarta menggunakan jasa moda angkutan Commuterline, patut berhati-hati dalam mengatur waktu perjalanan. Sejak Sabtu (11/8), waktu tempuh dari Kota Bogor menuju ibu kota menjadi lebih panjang sekitar lima hingga 15 menit. Sebab, PT Kereta Api Indonesia tengah merampungkan pembangunan proyek Double-Double Track (DDT) paket A di jalur Stasiun Manggarai-Jatinegara.

Senior Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) I Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan, sejak Sabtu (11/8) pukul 00:00 WIB, pihaknya mematikan sementara jalur enam dan tujuh di Stasiun Manggarai, yang berakibat pemindahan sementara pelayanan KRL Bogor Line dan KA Komuter Bandara ke jalur 8,9 dan 10. Perubahan pola operasi akibat perubahan jalur rel KRL ini berdampak pada bertambahnya waktu perjalanan KRL, sekitar lima sampai 15 menit.

“Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Stasiun Bogor menuju Stasiun Jakarta Kota yang dari semula memakan waktu satu jam lebih 55 menit, menjadi dua jam sepuluh menit,” kata Edy kepada Metropolitan, kemarin (12/8).

Edy mengakui adaptasi waktu perjalanan KRL Bogor-Jakarta selama pembangunan itu bakal diterapkan hingga waktu yang belum ditentukan. Menunggu rampungnya proses pembangunan. “Belum tahu, ya sampai pekerjaan proyek selesai,” ucapnya.

Ia menambahkan, proyek pemindahan jalur atau SO2 (Switch Over 2) itu demi menyelesaikan bangunan Stasiun Modern Manggarai fase pertama. Yang diharapkan rampung seluruh nya pada akhir 2020. Ia pun meminta masyarakat memaklumi proses pekerjaan, dan meminta maaf atas ketidaknyamanan selama pembangunan.

“Pemerintah bersama operator KRL, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau warga untuk dapat menyesuaikan waktu perjalanan ketika menggunakan KRL, terutama pada lintas Bogor menuju Jakarta,” paparnya.

Selain itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian bekerja sama dengan operator KRL, PT KCI serta Daop I PT KAI bakal menambah jumlah petugas perkeretaapian, terutama di titik-titik perpindahan penumpang. Serta pengaturan perjalanan kereta api. “Untuk antisipasi switch over (pemindahan jalur, red) penumpang,” imbuhnya.,

Terkait kondisi tersebut, pemerintah meminta maaf kepada masyarakat pengguna jasa KRL atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta memohon pengertian masyarakat untuk dapat memaklumi kondisi tersebut, hingga penyelesaian pembangunan Stasiun Manggarai selesai.

Untuk itu, jelas Edy, ke depannya jalur rel di Stasiun Manggarai akan dibangun dua tingkat, untuk memisahkan jalur KA, antara KA jarak jauh, KA Commuterline Jabodetabek dan KA Comuter Bandara. Nantinya, Stasiun Manggarai bakal dibangun tiga lantai, yakni lantai satu terdiri dari jalur KA lintas Bekasi sebanyak empat jalur, KA Comuter bandara empat jalur dengan panjang peron untuk 12 stamformasi kereta.

“Sedangkan di lantai dua, yang punya luas 9.108 meter persegi dengan kapasitas 17.800 orang, akan mendukung layanan penumpang, dilengkapi lift dan eskalator. Lalu lantai tiga akan terdiri dari jalur KA utama, sebanyak enam jalur, dan Bogor line ada empat jalur,” terangnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta dan Banten Yusrizal menyampaikan, pengerjaan fase I DDT paket A masih akan terus berlanjut sampai September 2018. Sehingga pengalihan jalur di Stasiun Manggarai pun akan tetap berlangsung hingga bulan depan., September. “Itu memakan waktu sekitar 1,5 bulan prosesnya,” ujarnya.

Selain penyelesaian DDT paket A Stasiun Manggarai-Jatinegara phase I tahun 2018, Yusrizal menyatakan, PT KCJ ke depan masih akan mengerjakan berbagai proyek di berbagai rute KRL Jabodetabek, khususnya yang menuju Bekasi dan Cikarang. (ryn/c/lip/feb/run)