Link Banner

Nama KH Ma’ruf Amin muncul dengan mengejutkan. Tak banyak yang mengira Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan didapuk menjadi pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Tak ayal, ucapan selamat pun berdatangan dari banyak kalangan. Bahkan, kediamannya di Jalan Lorong 27, kawasan Koja, Jakarta Utara, seketika ramai disambangi warga.

Sejumlah personel polisi dan bhabinkamtibmas dari polsek sibuk berjaga di sekitar lokasi kediaman Ma’ruf Amin. Kediaman Ma’ruf Amin memang mendadak ramai usai namanya diumumkan Jokowi sebagai capresnya, sore tadi.

Menurut Ketua RT 07/08, Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Malawi Makhraj, banyak warga yang terkejut mendengar keputusan Jokowi. “Saya kaget Abah (panggilan Ma’ruf Amin, red) jadi cawapres,” ungkap Malawi.

Malawi sempat berbincang dengan Ma’ruf Amin pagi harinya. Namun, pembicaraan itu hanya seputar acara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018 di lingkungan tempat tinggal Ma’ruf Amin. “Tadi pagi mau bicarakan soal Agustus-an, acara yang ingin diselenggarakan saat 17-an,” ucap Malawi.

Namun, sejak siang tidak ada tanda-tanda persiapan di rumah Ma’ruf Amin. Malawi mengaku tak ada persiapan khusus saat Ma’ruf Amin dinyatakan resmi sebagai cawapres Jokowi.

Bukan cuma Malawi yang kaget. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga terkejut mendengar keputusan Jokowi. “Ini betul-betul kejutan untuk saya. Baru tadi saya diberi tahu, tapi keterkejutan saya tidak terlalu karena dari awal kita semua dari koalisi menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada Bapak Presiden untuk menentukan,” katanya.

Munculnya nama Ma’ruf Amin membuat banyak pihak memberi dukungan sekaligus ucapan selamat. Tak terkecuali dari Sandiaga Uno yang juga dipilih mendampingi Ketua Umum Prabowo Subianto maju di pilpres 2019.

Saat di kediaman Prabowo, Sandiaga mengucapkan selamat kepada kedua tokoh yang nantinya bakal jadi rival. “Selamat untuk Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Kamis (9/8/2018) malam

Ini juga diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Ya saya ucapkan selamat, (Jokowi, red) sudah ada calon sekarang, ya kan?” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam

Dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres bukan tanpa alasan. Jokowi mengaku keputusan itu diambil melalui perenungan serta mempertimbangkan masukan dan saran berbagai elemen masyarakat, seperti para ulama, ketua umum partai, pengurus partai dan relawannya.

“Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas di seluruh Tanah Air, mengapa Kiai Ma’ruf Amin yang dipilih. Profesor Doktor Kiai Haji Maruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943, adalah sosok agama bijaksana,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga menilai Ma’ruf Amin sebagai figur berpengalaman. “Beliau pernah duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Aam PBNU dan Ketua MUI. Dalam kaitan dengan kebhinnekaan, Profesor Doktor Kiai Haji Maruf Amin juga menjabat dewan pengarah BPIP,” ujarnya.

Saling melempar pujian, Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jokowi karena telah memilihnya sebagai cawapres pada pilpres 2019. Ia juga berterima kasih kepada para ulama yang mendukungnya.

Ma’ruf menganggap penunjukan dirinya sebagai cawapres 2019-2024 merupakan penghargaan terhadap ulama dan Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu ia mengajak para ulama ikut mendukung memenangkan Jokowi pada pilpres mendatang.

“Saya menganggap ini penghargaan kepada NU. Itu berarti Pak Jokowi menghargai ulama, menghargai NU. Ini luar biasa,” kata Ma’ruf di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Kamis (9/8). “Ini memang harus dibalas oleh para ulama, oleh NU agar mendukung beliau yang telah menghargai kita semua melalui saya yang diangkat sebagai cawapres,” tambahnya.

Ma’ruf menyampaikan peran dan tanggung jawab yang akan dijalankan sebagai wapres jika nantinya memenangkan pemilu 2019. Ia menyatakan akan membantu presiden untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai dan sejahtera.

Ia menekankan agar bangsa Indonesia mematuhi kesepakatan yang telah diletakkan para pendiri bangsa, yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pilar utama negara. Ma’ruf menyebutnya sebagai negara kesepakatan. “Saya membantu dalam beberapa aspek. Pertama, keutuhan bangsa. Kalau tidak bersatu, tidak mungkin melakukan pembangunan,” ucap Ma’ruf.

Rencananya, Jumat (10/8), Jokowi dan Ma’ruf Amin bakal mendatangi KPU unuk mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres 2019-2024. (de/feb/run)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here