METROPOLITAN – Rencana Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor menyulap kawasan Pasar Sukasari jadi pusat perbelanjaan, rupanya meninggalkan kesan buruk bagi sebagian warga, yang berlokasi tidak jauh dari bangunan eks bioskop dan pasar gembrong. Salah seorang pemilik toko optik Mutia (53)  harus rela dinding belakang tokonya ambruk lantaran getaran yang ditimbulkan dari penggusuran yang dilakukan pihak PD PPJ beserta PT Roket Jaya Cemerlang. Sebelum tembok belakang tokoya ambruk, Ia sempat mengadukan hal tersebut kepada pihak PD PPJ. Namun pihak PD PPJ enggan memberikan tanggapan. Mutia juga mengaku kesal, lantaran aduanya tak direspons secara bijak oleh pihak terkait.  “Saya sudah bilang ke pihak PD PPJ tapi nggak direspons. Padahal pedagang di wilayah sini di bawah naungannya, seharusnya mereka punya solusi minimal ada obrolan ke kita,” tuturnya.

Mutia mengaku sempat mengadakan obrolan dengan pihak pekerja yang melakukan penggusuran saat itu, mengenai dampak yang bakal terjadi dari perataan bangunan yang miliki luas 2.400 meter persegi. Namun pihak PD PPJ tetap bersikeras untuk meratakan bangunan tersebut, dan menghiraukan dampak yang telah disampaikan. “Padahal pekerja sudah bilang ke pihak PD PPJ, tapi mereka tetap mengintruksikan untuk melanjutkan penggusuran. 26 tahun saya berada disini, semenjak PD PPJ di sini saya tidak nyaman, etika mereka tidak ada, lebih baik dipegang preman seperti dulu, ” gamblangnya.

Akibat kejadian tersebut, Mutia harus rela dinding belakang tokonya seluas 160 cm x 270 cm, ambruk tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak PD PPJ. Sedangkan kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Saya sudah ngadu ke pihak PD Pasar nggak direspons, mending saya ngadu ke pemilik tokonya yang langsung sigap merespons. Ini bukan soal kerugian materi, minimal ada solusi dan ada respons dari pihak PD PPJ,” katanya.

Terpisah, Direktur Operasional PD PPJ Kota Bogor Syuhaeri Nasution mengaku hingga kini belum menerima informasi terkait kasus itu. Ia mengaku akan sesegera mungkin melakukan koordinasi, untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian tersebut. “Kami belum menerima laporannya, malah saya tidak tahu. Tapi kita akan meninjau langsung lokasi itu, untuk memastikannya,” paparnya saat dikonfirmasi Metropolitan.

Syuhaeri juga bakal memeriksa dengan seksama, status kepemilikan lahan dan toko tersebut guna memastikan legalitas bangunan yang berada tidak jauh dengan lokasi penggusuran. “Kita akan pastikan semua berkas dan status kepemilikannya, kalau ada izinnya kita akan selesaikan, kalau tidak ada akan kita proses,” pungkasnya. (ogi/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here