METROPOLITAN – Seba­nyak empat trayek angkutan kota (angkot) di Kota Suka­bumi akan digabungkan. Langkah tersebut untuk mem­permudah akses transpor­tasi warga dalam menuju pusat kota, khususnya Termi­nal Tipe A Sukabumi. ”Program penggabungan trayek angkot ini karena ada keluhan dari warga terkait tidak adanya angkot ke terminal,” ujar Ke­pala Dinas Perhubungan (Dis­hub) Kota Sukabumi Abdul Rachman.

Rencananya penggabungan trayek ini dilakukan pada De­sember mendatang. Abdul mengatakan, penggabungan trayek itu didasari karena ke­tiadaan angkot ke terminal yang sering menghambat ak­ses warga. Warga harus naik angkutan umum dua kali menuju terminal. Kondisi ini akan berdampak pada waktu tempuh yang lebih lama. Se­lain itu, biaya transportasinya akan jauh lebih mahal.

Empat trayek angkot yang digabungkan ini, jelas Abdul, terdiri dari angkot 14 trayek Bhayangkara digabung dengan angkot 20 trayek Balandongan. Selain itu, angkot 15 trayek Bhayangkara digabung dengan angkot 03B trayek Lembur­situ. Saat ini upaya pengga­bungan trayek ini masih dalam tahap pematangan dan per­siapan. Terutama proses kon­solidasi dengan berbagai unsur terkait.

Abdul menuturkan, pe­merintah juga akan menam­pung masukan dan aspirasi dari berbagai elemen masy­arakat. Termasuk potensi kerawanan masalah yang akan timbul pada saat peng­gabungan dan perubahan keempat trayek angkot ter­sebut diwujudkan.

Menurutnya, jika pengga­bungan dan perubahan ke­empat trayek angkot tersebut sudah dilakukan maka akan mempermudah warga menu­ju terminal. Dampaknya waktu tempuh makin cepat dan ongkosnya lebih murah.

Penggabungan trayek angkot ini, tutur Abdul, diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang ke terminal. Se­bab, akses warga ke terminal akan lebih mudah dibanding­kan sebelumnya. Sebelumnya Terminal Tipe A Sukabumi dioperasikan pada 28 Oktober 2016. Namun keberadaannya masih belum optimal karena ketiadaan akses angkot ke terminal. (rol/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here