METROPOLITAN – Kemang ,Sejumlah warga RT 01/05, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, mengajukan protes atas pengecoran jalan desa. Hal itu dikarenakan warga menduga pembangunan tersebut dikerjakan asal-asalan.

Proyek betonisasi jalan desa yang menggunakan Dana Desa itu digunakan dengan kualitas beton yang tidak sesuai standar. Saat pengerjaan di lokasi, warga juga tidak mendapati ada papan pengerjaan.

Ketua RW 05, Yusuf Afendi, mengatakan, warga protes karena kondisi jalan desa yang baru saja dicor sudah kembali retak. Padahal, baru beberapa minggu. “Kondisi jalan dan kualitas beton tidak sesuai standar.

Saat pengerjaan tak ada papan proyek dan anggaran yang digunakan warga,” ujar Yusuf. Menurut dia, proyek jalan lingkungan dengan panjang 275 meter dan lebar dua meter itu hanya memiliki ketebalan kurang dari 10 cm.

Hanya cukup delapan mobil beton (molen, red) dan sepuluh truk makadam. Padahal, menurut RAB dengan segitu tidak mungkin membangun jalan sepanjang itu. ”Sudah saya hitung-hitung satu molen Rp5 juta.

Jadi, delapan molen Rp40 juta. Sedangkan satu truk makadam Rp500 ribu, jadi 10 truk makadam itu Rp5 juta. Sedangkan upah pekerja paling Rp5 juta.

Jadi, total proyek jalan ini hanya Rp50 juta. Kalau menggunakan proposal yang Rp115 juta ke mana lebihnya,” bebernya.(dyn/b/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here