METROPOLITAN – Bojonggede , Kemacetan lalu lintas (lalin), tepatnya dikawasan Stasiun Bojonggede Kabupaten Bogor beberapa hari lalu, ternyata tak sekonyongkoyong akibat tak berfungsinya terminal diwilayah setempat.

Diduga, hal itupun lantaran aksi demo penjaga palang pintu rell Kereta Api Listrik (KRL) Graperi. Usut punya usut, aksi penutupan akses vital ini lantaran janji Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor yang hingga saat ini tak dipenuhi. Hal inipun, yang membuat geram para petugas palang rell KAI Graperi Bojonggede.

Seorang petugas palang pintu rell KAI Bojonggede Makmur (49) mengatakan, ia bersama rekannya tak menjaga palang pintu rell karena hingga saat ini menunggu janji Dishub yang akan memberikan honor senilai Rp9 juta terhitung sejak sembilan bulan lalu hingga saat ini.

”Janji terus. Sampai saat ini belum direalisasi,” sesalnya kepada pewarta. Sementara itu, terkait informasi itu, hal ini disesalkan tokoh masyarakat Bojonggede, Masduki.

Dia mengatakan, secara pribadi pihaknya akan memberikan konpensasi sebesar Rp1 juta untuk petugas palang rell KAI setiap bulannya, hingga tuntutan petugas pun dapat  dipenuhi.

”Tindakan ini salah satu aksi kemanusiaan. Supaya, para petugas tetap semangat dan mau menjaga palang rell. Tentu, ini demi keselamatan pengguna jalan.

Bukan mau jadi pahlawan kesiangan. Tapi ini aksi kemanusiaan,” katanya. Untuk itu, saat ini palang rell kembali dibuka agar berfungsi kembali.

Pria yang akrab disapa Doklay ini melanjutkan, jalan tersebut bukan hanya untuk warga Bojonggede atau Gaperi saja. Melainkan, pelintasan tersebut dilalui hampir sebagian warga Bogor Utara, Bogor Tengah dan Bogor Barat.

 ”Ya, bahkan Bupati terpilih Ade Yasin juga sering menggunakan dan melewati akses  tersebut.(yos/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here