METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil penyempurnaan pemilu 2019 bersama Badan Pengawas Pemilu (Ba­waslu) Kabupaten Bogor dan partai politik (parpol), Kamis (13/9). Hasilnya, DPT pemilu 2019 Kabupaten Bogor yang se­mula berjumlah 3.415.593 berkurang menjadi 3.393.956. Artinya berkurang 21.637 pemilih hasil penyempurnaan lantaran dite­mukan pemilih ganda dan penam­bahan pemilih baru. ­

Komisioner KPU Kabupaten Bogor Erik Fitriadi mengatakan, penyempurnaan DPT ini meru­pakan hasil rekomendasi Bawa­slu dan masukan parpol terkait analisis kegandaan DPT. Dari rekomendasi yang diberikan, KPU melakukan analisis kegandaan nama, NIK, alamat hingga tang­gal lahir. Selain itu ada juga penam­bahan pemilih baru.

“Dari rekomedasi Bawaslu, kami analisis kegandaan nama, NIK dan tanggal lahir. Ada juga data penambahan baru, peng­hapusan data ganda, perbaikan elemen pemilih seperti nama, alamat dan tempat tanggal lahir, jenis kelamin hingga perbaikan pemilih TPS. Hasilnya berkurang 21.637 hasil penyempurnaan,” kata Erik kepada Metropolitan.

Menurut Erik, ada beberapa penyebab jumlah DPT ganda. Seperti adanya data ganda iden­tik seperti nama, tempat tanggal lahir, NIK hingga alamat. KPU pun menghapus kegandaan ter­sebut, termasuk menambahkan pemilih baru. “Hasil pencerma­tan Bawaslu, ada sekitar 62.166 indikasi data ganda. Di situ juga ada pemilih baru. Kemudian kami juga melakukan assesment dan kami sandingkan data terse­but. Dengan penyempurnaan ini, sudah fix soal DPT. Tinggal nan­ti pengurusan DPTb, pemilih pindahan dan lainnya. Jadi masih ada proses selanjutnya, masyara­kat yang belum terdaftar juga masih bisa masuk,” terangnya.

Senada, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Burhanudin mengaku pihaknya telah mela­kukan pencermatan dan analisa atas DPT pemilu 2019 sejak 7-12 September 2018 atas DPT yang ditetapkan KPU Kabupaten Bogor pada 21 Agustus. Hasil pencer­matan di 40 kecamatan, 435 desa/ kelurahan dan 14.907 TPS, dite­mukan adanya indikasi data ganda sebanyak 62.166 pemilih.

Selain data ganda, Bawaslu juga menemukan data pemilih yang sudah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) namun masih ter­daftar di DPT sebanyak 407 pe­milih. Hasil kroscek di lapangan pun masih ada pemilih yang sudah memenuhi syarat namun belum masuk DPT sebanyak 302 pemilih. “Ditemukan juga DPT yang belum memiliki NIK dan terdaftar di DPT sebanyak 1.010 pemilih, termasuk lima pemilih yang NIK-nya tidak lengkap. Dari data ganda itu ada yang satu NIK tapi beberapa nama, ada juga yang sama NIK dan na­manya. Bahkan ada satu TPS di Sukamakmur yang 36 nama sama semua. Teman-teman Panwascam juga sudah memastikan itu gan­da, tapi juga ada yang memang salah penulisan,” jelas lelaki yang akrab disapa Burhan.

Hasil rekomedasi ini menjadi bahan pencermatan pada pene­tapan DPT penyempurnaan oleh KPU Kabupaten Bogor. Pada prin­sipnya, Bawaslu Kabupaten Bogor ingin DPT harus benar-benar bersih dari data ganda dan TMS. Sehingga terpenuhi prinsip akurat, mutakhir dan komprehensif dalam daftar pemilih. “Kami berharap semuanya bersama-sama menga­wal daftar pemilih agar DPT benar-benar berkualitas. Sebab hal ini akan menjadi legitimasi pemilu yang juga berkualitas,” tandasnya. (fin/c/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here