Januari-September 2018 Ada 2.560 Gugatan Cerai di Kabupaten Bogor Pelakor Makin Kesohor

by -

METROPOLITAN – Setiap orang menganggap bahwa pernikahan adalah hal yang sangat sakral. Anggapan itu muncul dikarenakan apa yang dilakukan dalam pernikahan hanya sekali seumur hidup. Namun tidak di zaman now ini. Angka mengejutkan keluar dari Pengadilan Negeri (PN) Agama Cibinong kelas IA. Sekitar 2.560 gugatan cerai sudah terdaftar di PN Agama. TINGGINYA angka per­ceraian disebabkan adanya orang ketiga yang didomi­nasi kaum hawa atau akrab disebut perebut laki orang alias pelakor. Terlebih, de­rasnya perkembangan me­dia sosial, seperti facebook dan whatsApp, kerap disa­lahgunakan.

Kepala Seksi Urusan Aga­ma Islam dan Pembinaan Syariah (URAIS) Kemente­rian Agama Kabupaten Bogor, H Enzat Muzi’at, menjelaskan, tingginya angka perceraian rata-rata masih didominasi perni­kahan dini. “Banyak yang kita tangani semacam pe­rebut laki orang itu disele­saikan dengan mediasi atau berakhir di persidangan. Me­reka rata-rata kenal lewat media sosial,” bebernya.

Enzat mengungkapkan, pela­kor bukan lagi rahasia umum. Apalagi, mudahnya berkenalan dengan orang lain melalui aplikasi media sosial bisa menjadi daya tarik tersendiri di masyarakat. “Sekarang kan serba canggih. Ada juga sua­mi kerja istri malah facebook-an. Sebaliknya juga demikian. Bahkan, chating-an sama mantan atau suami orang kini dianggap lumrah. Pada­hal itu sangat berbahaya,” paparnya.

Setiap bulannya, tambah Enzat, buku nikah yang kelu­ar dari Kemenag Kabupaten Bogor berjumlah 3.000-3.500 orang per bulan. Bahkan ter­catat dari Januari hingga Sep­tember 2018, jumlah buku nikah yang sudah keluar 22.000 dari total keseluruhan 30.000 hingga tersisa hanya 7.000 lebih. “Jumlah nikah makin meningkat, tapi jumlah per­ceraian tak kalah tinggi. Hal itu dibuktikan dengan adanya perbandingan dengan kasus perceraian,” ungkapnya.

Terpisah, Pengadilan Agama Cibinong kelas 1A mendata dari Januari-Agustus 2018, jum­lah cerai talak yang diajukan laki-laki sebanyak 756. Untuk jumlah perempuan cerai gugat tembus 2.560. Pada 2017, jum­lah perempuan yang minta cerai berjumlah cerai talak yang diajukan laki-laki 981. Untuk jumlah perempuan cerai gugat 3.310.

Sementara itu, Panitera Mu­da Hukum Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1A, Tati Sun­engsih, mengatakan, jumlah perceraian sangat jauh berban­ding laki-laki. Kebanyakan yang menggugat cerai adalah pe­rempuan. “Yang menggugat cerai kebanyakan wanita. Ala­san mereka menggugat cerai akibat permasalahan media sosial, KDRT dan perselingku­han. Jumlah perceraian ini setiap tahun terus meningkat,’’ kata Tati. (mul/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *