METROPOLITAN – Kepala Desa (Kades) Kalong II, Suhanda, ter­nyata sudah ditahan aparat Polres Bogor, kemarin. Dari hasil peme­riksaan, ia terbukti menganiaya anak yatim Anwar yang juga warga Kam­pung Kalongtonggoh, RT 02/03, Desa Kalong II, Kecamatan Leuwi­sadeng, Kabupaten Bogor.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, pi­haknya sudah melakukan penahanan setelah sebelumnya me­meriksa kades. “Sampai saat ini proses tetap berjalan. Pelaku masih diilakukan penahanan. Tidak ada benar kalau dikeluar­kan. Ttap berjalan,” ucap Benny kepada Metropolitan. ­

Penahanan ini ditanggapi Ke­tua LSM KPK Pasundan Irwan Kurniawan. Menurut dia, kasus ini akan menjadi perhatiannya sehingga akan mengikuti mulai dari pelaporan, penyelidikan dan penyidikannya. Ia bersuyukur kepada penyidik atau penegak hukum bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). ”Kami juga sudah dapat infor­masi tersangka penganiayaan sudah ditahan di Polres Bogor. Kami akan mengawal kasus ini sampe vonis di persidangan atau pengadilan. Semoga kasus ini segera dilimpahkan ke kejaksa­an,” kata Irawan.

Terpisah, Ketua Badan Permu­syawaratan Desa (BPD) Kalong II Khaerudin mengapresiasi penegak hukum yang telah menanggapi kasus penganiyaan terhadap anak yatim beberapa waktu lalu. Ia berharap penegak hukum men­jalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai hukum yang ada di Indonesia. ”Saya berharap kepada penegak hukum tidak bisa diintervensi pihak mana pun yang akan memberikan pembe­laan kepada tersangka. Sebab, tersangka sudah melakukan per­buatan yang keji,” tegas Kharudin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hendrik Suherman menjelaskan, setelah mendapat info penaha­nan kades Suhanda, pihaknya akan meminta keterangan dari yang berwenang untuk kejelasan hukumnya. “Kita tunggu laporan dari kecamatan yang dilayangkan ke bupati. Nanti disposisi bu­pati ke dinas, baru ditindaklanj­uti ke polisi. Kita tunggu status hukumnya dulu dari Polres Bo­gor. Tidak ada pendampingan dari Dinas DPMPD, tapi mungkin ada dari Bagian Hukum Pemkab Bogor,” ujarnya.

Sebelumnya, penganiayaan diduga dilakukan Suhanda dan anaknya pada 21 Agustus 2018 lalu di lapangan sepakbola Kalong II. Saat itu di wilayahnya sedang ada pertandingan kompetisi sepak bola antar-RT 02/3 mela­wan tim dari staf desa. Anwar tiba-tiba saja dipukuli sang kades bersama anaknya di pinggir la­pangan sehingga membuat warga yang menyaksikan geram. Kelakuan sang kades, membuat masyarakat sekitar ikut menge­cam dan melakukan aksi unjuk rasa. (mul/kmg/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here