METROPOLITAN – Setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), masuk tahap kampanye yang direncanakan dari 23 September 2018 hingga April 2019. Pembagian jadwal kampanye kontestan pemilu 2019 di Kota Bogor bakal disesuaikan dengan jadwal kampanye partai politik (parpol).

Anggota Divisi Teknis Penyelenggara dan Data Informasi KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, untuk zona wilayah sudah disosialisasikan kepada parpol untuk berkampanye yang disesuaikan dengan daerah pemilihannya pada lembaga perwakilan masing-masing.

Di pileg 2019 Kota Bogor, dari 16 parpol ada satu parpol yang tidak menyertakan bacalegnya yakni PKPI. Walaupun tidak ada bacalegnya, parpol tersebut tetap mengikuti jadwal kampanye. ”Para caleg berkampanye di dapil masing-masing sesuai jadwal kampanye yang ditetapkan untuk parpol, karena peserta pemilu adalah parpol,” katanya.

Besaran dana kampanye, lanjut Samsudin, ada tiga jenis biaya atau cost politik. Pertama uang, kedua barang dan ketiga jasa. Besaran uang untuk perorangan maksimal Rp2,5 miliar dan untuk lembaga non pemerintah Rp25 miliar yang harus dimasukkan ke rekening parpol dan parpol mendistribusikannya ke caleg-calegnya.

Jenis barang dan jasa juga dicatat dan dikonversi ke dana atau berbentuk nilai uang. ”Nanti laporan dana kampanye akan diaudit kantor akuntan publik,” jelasnya. Samsudin menuturkan, sedangkan untuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) diwajibkan dibuat dan disiapkan per caleg masing-masing partai.

Selain itu dibuat serta diserahkan nanti bagi si caleg terpilih saat dirinya ditetapkan sebagai caleg terpilih pada pemilu. ”Penyampaian LHKPN buat caleg terpilih jika nanti sudah ditetapkan sebagai pemenang dan ada waktunya untuk mempersiapkan. Jika terpilih lalu tidak menyerahkan LHKPN maka sanksinya tidak akan dilantik,” pungkasnya. (ads/b/sal/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here