METROPOLITAN – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhu­bungan selaku tim pembangunan proyek strategis nasional jalur ganda kereta api (KA) Cigombong-Sukabu­mi kemarin menyerahkan kartu ATM dan buku rekening kepada warga pe­milik bidang lahan yang terdampak proyek. Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis kepada warga oleh Camat Cigombong, Basrowi.

”Alhamdulillah dari visual yang saya lihat berjalan lancar dan terkendali. Termasuk ada sedikit perbedaan yang bisa diselesaikan,” terang staf umum Balai Perkeretaapian Jawa Barat, An­di.

Soal nilai santunan atau ganti rugi biaya kerohiman bagi warga itu ber­variatif, sesuai penilaian beberapa kriteria yang dipakai konsultan inde­penden Tim Appraisal yang ditunjuk pihak Tim Terpadu Gedung Sate. ”In­tinya, setelah warga menerima uang santunan, kami kasih jangka waktu pengosongan tujuh hari,” terangnya.

Camat Cigombong, Basrowi, mene­rangkan, sebelum penyerahan santu­nan kepada warga terdampak, tim sudah menempuh prosedur. Antara lain melakukan sosialisasi, identifi­kasi ke lokasi, validasi data dan penaksi­ran nilai santunan Tim Appraisal.

”Ada 138 pemilik bangunan terdam­pak proyek rel ganda yang tercatat sebagai warga Desa Watesjaya dan Desa Cigombong. Rinciannya, 127 warga Watesjaya dan 11 warga Cigom­bong. Bantuan diberikan dalam ben­tuk pemberian rekening, di mana uang di rekening buku tabungan Bank Jabar bisa digunakan warga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Watesjaya, Rudi Irawan, meminta warga yang terkena dampak bisa me­manfaatkan dana kerohiman dari PT KAI tersebut. ”Semoga dana yang diterima warga bisa digunakan se­suai kebutuhan, dengan kata lain kembali membangun atau membeli rumah sesuai nominal dananya,” ha­rapnya.(nto/b/suf/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here