METROPOLITAN – Rumpin ,Ratusan warga menutup paksa home industry pengolahan limbah sampah di Kampung Dukuhmalang, RT 05/06, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin.

Sebab, selama ini limbah cucian plastik dibuang ke saluran Kali Ciguha.  Bau limbah itu sejak tiga bulan kemarin dikeluhkan warga, namun belum ada tindakan dari pengelola limbah.

Ratusan warga akhirnya mendatangi lokasi dan menutup secara paksa. “Limbah cair dari pengusaha cucian sampah plastik ini mengalir ke kali.

Warga minta pengelola membuat penampungan limbah sendiri, karena kali masih digunakan warga sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian,” kata Kepala Desa (Kades) Rabak, Suherman, kemarin.

Ia menjelaskan, usaha pengolahan limbah plastik ini sudah berjalan, tapi belum mengantungi izin pemerintah dan baru memiliki SKDU.

Karena merugikan banyak orang, pihaknya akan menutupnya. “Warga minta ditutup, ya kita tutup. Mulai Minggu pengolahan limbah tak boleh berjalan,” ujarnya.

Suherman menambahkan, Kali Ciguha dipergunakan warga tiga kampung. Selama ada perusahaan cuci sampah plastik, warga yang menggunakan air kali terkena gatal-gatal.

Sementara itu, pemilik usaha limbah sampah plastik, Abdulrohman, mengaku akan mengikuti keinginan masyarakat.

“Sebenarnya kita sudah antisipasi dari pembuangan air itu tak jatuh di Kali Ciguha yang digunakan warga,” bebernya. Ia menuturkan, sampah ini berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

“Kita memproduksi limbah sampah per hari kurang lebih satu ton yang hasil cuci. Ini sekadar mencuci plastik yang kotor dan jenisnya pun plastik HD, PP, PE dan sablon,” kilahnya.(sir/b/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here