METROPOLITAN – Media sosial tak cuma jadi alat untuk menjaring pertemanan, tetapi juga kerap dimanfaatkan untuk melancarkan bisnis terselubung, jual beli ABG. Daerah Bogor jadi sasaran empuk para pelaku bisnis tersebut untuk mendapatkan dara muda yang selanjutnya akan dijual via Facebook.

ADALAH AK (28), AN (33) dan LK (20). Ketiganya merupakan muncikari yang biasa mengincar ABG asal Bogor untuk dijajakan lewat Facebook.

Biasanya mereka mengajak ABG di bawah umur yang putus se­kolah masuk lingkaran prosti­tusi online. Ini terkuak dari hasil penyelidikan jajaran Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok selama Agustus-September.

Di Kabupaten Bogor, jumlah angka putus sekolah tercatat 2.941 orang. Jumlah itu dari semua jenjang pendidikan, mulai SD, SMP dan SMA.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi mengatakan, korban yang dija­dikan PSK ini memang tidak dipaksa, namun mereka suka­rela menjalani bisnis lendir itu karena himpitan ekonomi.

”Korban yang di bawah umur ini rata-rata pelajar, anak-anak putus sekolah. Korban kebanya­kan tinggal di Tangerang dan Bogor. Kasus ini juga tidak ada pemaksaan. Ibaratnya ada take and gift lah, murni desakan eko­nomi,” ujar Faruk.

Soal harga jual, satu ABG belia biasanya ditawarkan ke pria hi­dung belang sebesar Rp1,5 Juta. Namun, harga ini berbeda untuk setiap ‘angel-nya’ (ABG yang dijual, red). ”Biasanya tarifnya Rp1,5 juta. Keuntungan yang diperoleh Rp1 juta buat pelaku dan Rp500 ribu buat perempuan yang diperjualbelikan,” katanya.

Modus dalam aksi jual beli ABG itu dilakukan dengan mempro­mosikan PSK yang masih beru­sia 16 tahunan itu melalui Face­book. Para pelaku mem-posting foto perempuan yang diperjual­belikan tersebut melalui Facebook. Lalu ketika ada pemesanan, mereka diantarkan ke hotel yang telah ditentukan pemesan.

Seperti yang dilakukan mun­cikari Priok berinisal LK. Dalam melancarkan aksinya, ia mena­warkan wanita ke setiap ang­gota grup yang sudah bergabung dalam grup New Berlian Sauna.

”Pemesan melihat di Facebook, kemudian dia (pelaku, red) pos­ting foto perempuannya. Yang mau menggunakan jasa tinggal pilih, dipesan, habis itu munci­kari membawa perempuan ke hotel yang telah ditentukan. Yang menentukan hotel itu pelanggan­nya,” ucapnya. ”Jadi kalau mau sewa angel-angel yang ditawarkan pelaku, harus menghubungi nomor yang sudah disediakan. Nanti di situ deal untuk harga dan hotel,” timpalnya.

Dari hasil penyelidikan, di akun Facebook-nya, tersangka memi­liki banyak grup untuk menda­patkan wanita guna dikencani. Grup tersebut di antaranya Pe­muja Wanita dengan jumlah anggota 809.

Kemudian Go Massage Jakar­ta Selatan jumlah anggotanya 2.242, Grup Janda dan Duda Seluruh Indonesia dengan jum­lah anggota 613.538 akun hing­ga Om-Om Cari Selingkuhan/ Istri Simpanan dengan jumlah anggota 4.088 akun.

Akun dengan laman m.facebook. com/allamkurniawan digunakan untuk transaksi perdagangan.

Menurut Faruk Rozi, akun-akun tersebut digunakan pelaku untuk meraup keuntungan. ”Setiap ada yang memesan, tersangka me­minta terlebih dahulu Dp Rp500 ribu,” ujar Faruk.

Dari hasil pengungkapan, po­lisi menyita sejumlah barang bukti seperti pakaian yang di­kenakan korban, kuitansi tanda pembayaran, kartu ATM sebagai transaksi pembayaran, kunci kamar yang digunakan dan be­berapa gawai milik korban.

Ketiganya dikenakan Pasal 2 Ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Subsider Pasal 45 Jo Pa­sal 27 Ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (de/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here