Banyak hal di dunia ini yang menjadi misteri. Salah satunya adalah masa depan atau kisah hidup seseorang. Semuanya gelap, penuh teka-teki dan menggelitik rasa ingin tahu hati.

Meski kadang masa depan telah dirancang semenjak jauh-jauh hari dengan begitu jelas, rinci dan penuh percaya diri akan terjadi. Begitu juga dengan masa depanku.

Sejak remaja, aku sudah membingkai dan membayangkannya yang kukatakan sebagai mimpi. Tak muluk-muluk mimpiku saat itu, tak jauh beda dengan remaja lain pada umumnya.

Bisa lulus kuliah, menikah, memiliki anak dan hidup bahagia dengan pasangannya. Semula semuanya berjalan dalam trek yang sudah di­rancang dari awal.

Lulus kuliah tepat waktu, setelah itu bekerja dan tak lama kemudian aku menikah dengan laki-laki pilihanku sendiri. Yeah! Sampai babak ini hidupku berjalan dengan penuh pesona. Meski riak-riak kecil juga tak segan datang menghampiri, memberi warna yang berbeda bagi hidupku. Semua aku hada­pi dengan senyuman, aku anggap semuanya sebagai bagian dari hidup yang mesti dijalani.

Namun, takdir, siapa yang bisa mene­baknya? Tanpa aku sadari, riak-riak kecil itu berkumpul, menyatu satu sama lain hingga menjadi ombak yang bergulung-gulung menyapu keluarga kecilku.

Tepatnya saat itu, sehari setelah aku berjuang mengantarkan bayi mungilku ke dunia. Tiba-tiba datang seorang pe­rempuan bersama laki-laki paruh baya. Perempuan itu mengaku sebagai keka­sih suamiku.

Bergetar hati ini menahan amarah menghadapi pengakuan pe­rempuan muda di depanku. Tenagaku yang masih lemah karena persalinan kini semakin hilang berganti gelap di setiap sudut hidupku.

Hatiku semakin remuk mendengar pengakuan dari bibir lelaki yang sudah tiga tahun ini mengisi kehidupanku. Tapi hati kecilku sebagai seorang ibu tidak ingin mem­beri luka pada bocah yang masih merah, yang bahkan kehadirannya bagai tunas yang baru keluar dari tanah.

Melihat wajahnya yang ter­lelap dalam tidur sunyi, memberi damai bagi hatiku yang sedang terhujam lara. Kuputuskan untuk menutup luka dan melanjutkan kehidu­pan keluarga kecilku dengan utuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here