METROPOLITAN – Di hadapan para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang bertempat di aula Yayasan Ummul Qurro Bogor, anggota MPR RI Dapil Jawa Barat V, Tb Soenmandjaja kembali menggelar acara Sosiali­sasi 4 Pilar MPR RI, kemarin.

Pertama-tama ia menyampaikan bahwa kita di samping harus ber­syukur menjadi muslim, kita juga harus mensyukuri karunia Allah bahwa kita ditakdirkan sebagai bangsa yang majemuk dan besar. Luas daratanya bahkan menyamai bahkan mengungBangsa Indonesia, sebuah guli beberapa negara di Ase­an, Eropah dan Amerika. Di samping jumlah penduduk kita juga tercatat sebagai jum­lah penduduk 5 (lima) terbe­sar di dunia. Khususnya Ka­bupaten Bogor dengan jumlah penduduk 5,4 juta jiwa, yang tentunya di atas jumlah pen­duduk 1 negara semisal Sing­apura, Papua Nugini, atau bahkan Mali, Vanuatu dan sebagainya.­

Kita juga harus besyukur memiliki dasar negara Pan­casila sebagai alat pemersatu bangsa. Di samping Panca­sila bernilai luhur religi yang sangat tinggi, ia juga memi­liki nilai luhur sebagai pen­jaga kebhinnekaan di Indo­nesia. Dengannya, seluruh bangsa dijamin kebebasannya dalam memilih agama, keya­kinan, berorganisasi dan se­bagainya, sepanjang tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian disampai­kan Tb. Soenmandjaja dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di aula yayasan Ummul Qurro di hadapan para ma­hasiswa.

Bangsa ini pernah menga­lami masa-masa kritis di saat pemerintahan sebelumnya, yakni pada masa Orde Lama. Bangsa ini pernah dikhianati oleh putera-puterinya sen­diri. Tepatnya kita pernah dua kali dikhianati oleh Partai Komunis Indonesia. Yakni pada tahun 1948 di Madiun dan tahun 1965 di Jakarta. Pancasila yang memiliki sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sangat sesuai kepribadian bangsa Indonesia secara umum. Kita tidak boleh me­lupakan perjuangan para santri, ulama, dan para kyiai yang tentunya mempunyai andil besar dalam memerde­kakan negeri ini. Sila Ketuha­nan Yang Maha Esa boleh jadi menjadi penyemangat perjuangan mereka.

Karenanya, menurut salah seorang pim­pinan MKD DPR RI itu, Pan­casila menjadi benteng yang sangat efektif bagi masuknya ideologi-ideologi asing yang sangat membahayakan per­satuan bangsa, misalnya Komu­nisme. Karenanya menurut beliau, perlu bagi bangsa ini disadar­kan kembali tentang penting­nya pemahaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Ino­nesia. Karena itu pulalah, menurut Tb Soenmandjaja yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, MPR melakukan sosialisasi 4 Pilar ini ke seluruh pelosok negeri agar semua lapisan masyarakat bisa me­mahami dengan benar akan keempat Pilar MPR tersebut, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Repu­blik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tung­gal Ika.

“Kita akan tetap terus men­jaga keutuhan Negara Kesa­tuan Republik Indonesia ini dengan segenap jiwa raga kita”, demikian bahasa penutup yang disampaikan pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun Bogor ini mengakhiri acaranya.(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here