METROPOLITAN – Partai politik (parpol) pengusung pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin di Kota Bogor mulai merancang strategi untuk memenangkan pertarungan pilpres 2019. Sembilan parpol pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kota Bogor menggelar rapat konsolidasi pembentukan struktural tim sukses (timses) di kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan.

Setiap parpol mengusulkan masingmasing nama yang masuk struktur tim pemenangan, termasuk calon ketua tim pemenangan. Hasilnya diserahkan ke tim pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di tingkat Jabar untuk diseleksi. Hasilnya bakal diumumkan pada 20 September 2018. Ketua DPC PDI Perjuangan Dadang Danubrata mengatakan, rapat dengan para pimpinan parpol ini sudah yang kedua kalinya.

Dalam kesepakatan tersebut, masing-masing ketua parpol yang mengusung Jokowi-Ma’ruf di Kota Bogor hanya boleh menjadi tim penasihat saja. ”Parpol pengusung mengusulkan calon ketua timses dan struktur, setelah rampung dibahas pada 15 September 2018, usulan parpol diserahkan ke timses tingkat Jabar. Mudah-mudahan Kamis (20/9) ketua timses di Kota Bogor sudah bisa diumumkan,” ujar DID, sapaan akrabnya.

DID menambahkan, tidak hanya ketua timses, dalam struktur tim kampanye daerah ada juga dewan penasihat, dewan pengarah, sekretaris, bendahara, koordinator di wilayah dan sebelas direktur yang terdiri dari direktur saksi, kampanye hingga direktur kominfo yang nantinya berkomunikasi dengan awak media. “Intinya struktur tim kampanye copy paste dengan tim pemenangan nasionalnya.

Nama-nama itu masih diusulkan, karena keputusannya dari tim pemenangan provinsi. Setiap parpol berhak mengusulkan satu nama dulu sesuai ketokohan dan kemampuan manajerialnya yang sudah oke,” katanya. Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor menjelaskan, penunjukan ketua tim juru kampanye nanti adalah para profesional dari masing-masing partai. Semisal para tokoh, pengusaha, tokoh pemuda maupun tokoh agama. “Sudah diusulkan, baru ada dua.

Dari PDI P mengusulkan Husdi Karyono dan dari Golkar sendiri ada Muzzakir Abdullah yang merupakan mantan ketua HIPMI Kota Bogor, di samping yang lain menyampaikan calon yang lain oleh partai masingmasing,” beber Tagor. Tagor menambahkan, siapa pun yang ditunjuk menjadi ketua timses di kota oleh tingkat provinsi, tentunya bakal diterima sepenuhnya oleh parpol pengusung yang ada di daerah.

Hal ini merupakan kesepakatan bersama para pimpinan pengusung Jokowi- Ma’ruf. Ia menyarankan semua harus bersinergi antara parpol dengan nonparpol, termasuk relawan dan sayap partai untuk bersama-sama memenangkan pilpres 2019. “Tujuan kita memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sehingga diperlukan simbiosis mutualisme antara parpol dengan nonparpol. Begitupun para relawan, kita sudah berkomunikasi juga dengan itu dan mereka harus berkoordinasi juga dengan kita,” bebernya.

Tagor optimis Jokowi-Ma’ruf Amin bakal berkuasa di Jawa Barat, khususnya Kota Bogor. Keyakinan tersebut diimplementasikan dengan programprogram yang dijalankan saat masa kampanye nanti. “Setelah hari ini dan menunggu penetapan dari provinsi, tentunya kita berharap relawan ini bisa berkomunikasi dengan kita. Selain memenangkan pilpres juga harus memenangkan pileg,” pungkasnya.(ads/b/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here