METROPOLITAN – Kemudahan transportasi terus didukung pemerin­tah. Termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Mela­lui akun Twitter-nya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan bahwa jalur kereta api tujuan Pangandaran, Kawah Putih hingga Jatinangor, akan dihidupkan kembali.

Rencana tersebut merupakan hasil rapat kerja antara gubernur Jabar dengan Direksi PT Kereta Api Indo­nesia (Persero) atau KAI. ”Siap-siap Ke Pangandaran, Kawah Putih dan Jatinangor naik Kereta Api,” tulis Ridwan Kamil lewat akun @ridwankamil, Kamis (13/9/2018). ­

Humas PT KAI Agus Komaru­din mengaku pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pemprov Jabar. Kedua pihak berkomitmen mengembangkan sektor perkeretaapian di sana.

”Itu sebenarnya kita ada per­temuan kemarin dengan jajaran direktur kami. Ya punya visi yang sama lah terkait dengan peng­embangan perkeretaapian di Jawa Barat,” kata Agus.

Menurutnya, jalur yang akan diaktifkan kembali alias reakti­vasi adalah jalur-jalur yang sudah tidak beroperasi sejak 1970-an. ”Itu kan jalur-jalur yang sudah mati tapi jalurnya masih ada. Cuma memang sudah ditem­pati sama warga, ada beberapa bangunan, jembatannya juga masih tersisa,” ujarnya.

Misalnya jalur dari Stasiun Cibatu-Stasiun Garut-Stasiun Cikajang yang memiliki panjang lintasan 47,5 km, itu merupakan jalur lama yang sudah tidak be­roperasi. ”Stasiun Cibatu-Stasi­un Garut-Stasiun Cikajang total panjang lintasan 47,5 km. Tidak beroperasi Cibatu-Garut 19,3 km pada 1983, Garut-Cikajang 28,2 km 1982,” sebutnya.

Selanjutnya jalur dari Stasiun Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km. Jalur ini berhenti be­roperasi sejak 1975. Kemudian ada jalur Stasiun Banjar-Pang­andaran-Cijulang dengan pan­jang lintasan 82 km. Jalur ini sudah tidak beroperasi mulai 1982.

Terakhir adalah jalur dari Sta­siun Rancaekek-Jatinangor-Tan­jungsari dengan lintasan 11,5 km, yang resmi tidak operasi mulai 1978. Mengingat jalur-jalur ini sudah lama tidak bero­perasi, tutur Agus, sudah banyak bangunan liar nonpermanen yang berdiri di sekitarnya. Kare­nanya akan dilakukan sosiali­sasi sebelum diaktifkan kem­bali. ”Kan penertiban dulu, kan sosialisasi dan sebagainya,” tambahnya. (de/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here