Walau dia menduakan aku hanya dengan game-game itu, hatiku tetap sepi dan marah. Hingga suatu hari Hp suamiku ketinggalan di kamar dan aku melihat ada 10 panggilan masuk tak terjawab atas nama Ahmad, atasan suamiku di kantornya.

Akhirnya telepon itu aku angkat karena aku memang sudah kenal dan pernah bertemu beberapa kali di acara kantor.

Aku tak tahu bagaimana ceritanya, setelah ngobrol lama di HP, Ahmad meminta no­morku, dan mulai saat itu dia semakin rajin meneleponku sekedar nanya kabarku dan anakku, tentu saja saat suamiku tidak di rumah. Aku mulai curhat kepadanya, aku pikir dia atasan suamiku jadi siapa tahu dia bisa menasehatinya di kantor.

Ahmad pun juga curhat tentang kehidupan rumah tangganya, rasanya aku mulai merasa punya sandaran yang selama ini seolah tidak ada tempat untuk mengadu karena orang tuaku sudah nggak ada lagi.

Hari minggu tidak sengaja ketemu dia di outlet kembang hias kebetulan hobinya sama denganku, jadi banyak kecocokan yang kurasa, perhatiannya mulai kurasakan, hingga diam-diam dia biayai kuliahku, puncaknya sewaktu ada pameran perhia­san dia ajak aku janjian untuk melihat-lihat, katanya sekedar untuk ngilangin suntuk, dan tanpa kusangka saat kami makan dia langsung minta jari aku dan dia pasangkan cincin permata dijariku.

Aku tercengang, tak mampu menolak, yang aku rasa adalah kasih sayang dan perhatian yang selama ini tak kudapat dari suamiku, seperti haus bertemu air aku dibuatnya. Sam­bil menangis dia bilang “maafkan aku, kalau aku mencintaimu,,, aku tau kau butuh per­hatian, kasih sayang, sama seperti apa yang kurasakan.

Ya Tuhan aku harus bagaimana, aku sudah punya suami, tapi aku juga tak ingin menyia-nyiakan kasih sayang dan perhatian dari Ah­mad.

Seperti tau isi hatiku dia bilang gak usah bingung, kita jalani saja semua seiring waktu. Kami pun resmi mengubah status dari seke­dar teman menjadi sepasang kekasih, diam-diam kami sering jalan bareng, refresing berdua.

Jujur aku menikmati semua perlaku­annya kepadaku, hanya saja kami tidak me­lanjutkan hubungan intim walau dia pernah mengajakku tapi selalu kutolak karena aku masih takut dosa. Sumber:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here