METROPOLITAN – Seorang pelajar SMK swasta di Kecama­tan Cicurug, Kabupaten Suka­bumi, tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Alterna­tif Sikup, Desa Purwasari, Ke­camatan Cicurug, kemarin. Ia terluka akibat bacokan di pung­gung sebelah kanan hingga tembus ke paru-paru. Saat itu korban dibonceng sepeda mo­tor oleh teman sekolahnya ke­tika akan main futsal. ”Saya bonceng Mohammad Fauzan alias Zanzan, mau main futsal di Sentral Pasar Cicurug,” ujar Rivan Septian (16), teman kor­ban.

Sekitar pukul 14:00 WIB, tuturnya, di Jalan Alternatif Kampung Sikup, Desa Pur­wasari, ada tiga motor yang membuntuti. Satu di antara pengendara motor itu mem­bacok pakai celurit ke pung­gung Zanzan. ”Saya tidak tahu persis wajah orang yang bacok itu karena dari belakang. Yang pasti mereka mengguna­kan seragam sekolah warna putih abu-abu,” ungkapnya.

Setelah kejadian, Rivab kabur karena takut dan langsung memberi tahu teman-teman. Setelah itu ia langsung balik lagi ke lokasi, namun Zanzan sudah dibawa kakak kelas, Ra­madhani Ari Saputra (17). Sementara ibu korban, Rina Marlina (42), memindahkan Zanzan dari sekolah Cibadak ke SMK di Cicurug untuk men­ghindari kejadian seperti ini. “Tapi tahunya malah terjadi,” kata warga Kampung Cibeu­beurgirang, RT 04/04, Desa Tenjoayu itu.

Rina mengaku baru satu minggu anaknya dipindahkan dari SMK Negeri Cibadak ke SMK swasta di Cicurug. “Namun begitulah, terkadang kita hanya bisa berusaha un­tuk menghindari itu semua. Namun terjadi juga, padahal sudah pindah,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban dibawa ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka bacokan sedalam 15 sen­timeter dan lebar 5 sentime­ter di bagian punggung sebe­lah kanan hingga tembus ke paru-paru. (kng/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here