METROPOLITAN – Musik ,  ini biasanya diputar pihak sekolah saat murid-murid tengah mengikuti pelajaran olahraga. Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman jangan membuang sampah sembarangan melalui media yang menyenangkan. “Lagu tersebut dari awal tahun ajaran baru sudah ada,” kata Kepala SDN Bangka 3, Suyarsih kepada Metropolitan, kemarin.

Tak sampai disitu, menurutnya, pihak sekolah melalui guru juga mulai menanamkan para murid untuk bisa memilih, mana sampah organik dan anorganik hingga sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). “Kita terus tanamkan kepada mereka sejak dini agar terbiasa dan tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. Karena dengan begitu (buang sampah tidak sembarangan) mereka setidaknya sudah berhasil menjaga alam ini,” ucapnya.

Sementara itu, kebiasaan positif lainnya yang mulai diterapkan sesuai instruksi Dinas Pendidikan (Disdik) adalah dengan mewajibkan siswa membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah. Kebiasaan tersebut pun diakui Suyarsih berdampak pada berkurangnya volume sampah yang dihasilkan SDN Bangka 3. “SDN Bangka 3 kan sudah ditetapkan sebagai Sekolah Dasar Bersih dan Sehat (SDBS) juga Sekolah Layak Anak. Pencirinya apa, di sekeliling tempat anak beraktivitas dipastikan tidak ada benda-benda yang berbahaya, mereka dibuat aman. Lingkungan juga harus bersih, meski untuk kelas 1,2, dan 3 itu masih perlu waktu mengajarkan membuang sampah sesuai jenisnya,” ujarnya. (tur/ar/rez)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here