FADLI/METROPOLITAN

METROPOLITAN – Saat ini Pemerintah Kota Bogor hanya memiliki tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Padahal, masih banyak kebutuhan JPO untuk membantu warga yang kesulitan menyeberang lantaran laju kendaraan yang begitu cepat di jalan raya. Melihat kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bogor berencana menambah dua JPO tahun depan.

Keduanya akan dibangun di depan Masjid Raya dan Warungjambu. Anggaran Biaya (RAB). “Untuk  fisiknya dianggarkan tahun 2019 atau mengajukan bantuan ke Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ),” ujarnya.­

Adhi menjelaskan, pembangu­nan JPO pada tahun depan akan dilakukan di tiga lokasi. Namun, untuk depan Telkom ditunda dikarenakan keterbatasan ang­garan perencanaan yang dialo­kasikan sebesar Rp216 juta.

“Kota Bogor saat ini telah me­miliki tiga JPO, diantaranya be­rada di kawasan Jalan Kapten Muslihat (Paledang), Jalan Pa­jajaran (depan terminal Ba­ranangsiang) dan Jalan Veteran,” katanya.

Tidak hanya JPO, sambung Adhi, keberadaan CCTV juga sangat penting untuk memantau kegiatan di sekitar jembatan. Terlebih, belum lama ini pernah terjadi pelemparan batu dari jembatan ke pengendaraa yang melintas, walaupun kejadian itu ada diluar Kota Bogor.

“Selain mengusulkan pembangunan dua JPO baru, Dishub Kota Bogor bakal memasang dua CCTV di JPO yang berada di Ja­lan Veteran dan Baranangsiang,” tuturnya. Terpisah, Ketua Tim Perencanaan Percepatan Pembangunan (TP4) Kota Bogor Yayat Supriyatna mengatakan, ketika kecepatan kendaraan tinggi seperti di Jalan Juanda dan Pajajaran meningkat, JPO jadi salah satu alternatif keselamatan pejalan kaki. Ada beberapa titik yang sangat memerlukan JPO.

“Harus ada nilai tambah ruang jalan dan memiliki tangga yang landai, jangan curam. Dengan demikian, orang yang meng­gunakan JPO akan merasa nya­man dan aman,” ucap Yayat.

Untuk JPO, ia menilai harus ada inovasi dari yang sudah ada saat ini termasuk perawatannya. JPO juga harus jadi daya tarik masyarakat. “Tambahlah nilai seni seperti JPO bisa jadi fungsi wisata, ada daya tarik, jangan JPO yang terlalu kaku,” tukasnya. (ads/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here