METROPOLITAN – Cileungsi , Ombudsman RI per­wakilan Jakarta Raya mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor segera melaporkan beberapa perusahaan yang telah membuang limbah beracun yang mencemari Sungai Cileungsi. Hal itu diungkapkan Ketua Pemerhati kebijakan dan Lay­anan Publik (PKLP), Maraja Manalu, saat menghadiri undangan Ombuds­man di kantor pusat Ombudsman Jakarta, kemarin.

“Kami hanya dimintai keterangan terkait pencemaran Sungai Cileungsi. Saat itu kami minta pihak Ombudsman mengevaluasi dan mengaudit kiner­ja DLH Kabupaten Bogor dan Kemen­terian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK). Sebab, kalau dua instansi itu punya kemauan untuk mengungkap beberapa pabrik yang membuang racun limbah pasti akan terungkap dan bisa diberikan sanksi tegas,” be­bernya.

Selain itu, Maraja juga menjelaskan, pihaknya telah melaporkan perusa­haan yang dengan sengaja membuang racun limbah ke Sungai Cileungsi. Begitu pula ke pihak DLH Kabupaten Bogor saat itu langsung ditanggapi dengan menyegel perusahaan yang telah membuah limbah. Namun pihak perusahaan tetap beroperasi, kata dia, penyegelan yang dilakukan oleh DLH selaku penegak UU lingkungan hidup diabaikan perusahaan.

“Kinerja DLH Kabupaten Bogor te­lah kami sampaikan, namun penyegelan terkesan hanya seremonial belaka, lantaran perusahaan yang jelas-jelas membuang limbah itu tetap berope­rasi. Dalam hal ini kami menilai pihak DLH tidak berani menegakan hukum serta melakukan tugas dan fungsinya dengan optimal, hal itu diperkuat dengan fakta dilapangan bahwa pen­cemaran sungai Cileungsi masih ter­jadi,” tuturnya.

Terpisah, Ombudsman RI perwaki­lan Jakarta Raya, Indra Wahyu Bin­taro berjanji akan mengundang DLH Kabupaten Bogor untuk dimita kete­rangan soal dugaan banyaknya peru­sahaan yang membuang limbah ke Sungai Cileungsi.

“Setiap perusahaan diwajibkan me­miliki perijinan yang lengkap, salah satunya terkait RKL –RPL dan UKL-UPL nya, Kalau semua persyaratan itu dimiliki, maka tidak akan timbul ber­masalah. Termasuk pihak DLH Ka­bupaten Bogor harus serius menega­kan regulasi, agar sisa produksi peru­sahaan yang mengandung limbah tidak membuat pencemaran, teru­tama pembuangan limbah ke Sungai Cileungsi yang langsung akan ber­dampak kepada masyarakat sebagai pengguna air tersebut,” ungkapnya. (has/b/mam/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here