Peran Ulama dalam Perkembangan Kota

by -5 views
FOTO:FADLI/METROPOLITAN

METROPOLITAN – Merasa sukses dengan program Sekolah Ibu, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mewacanakan program Sekolah Bapak. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yane Ardian Bima Arya, mengatakan, wacana itu tercetus setelah melihat perkembangan Sekolah Ibu yang sudah berjalan di 68 kelurahan se-Kota Bogor. Ketika bicara membangun kota melalui ketahanan keluarga, tak hanya soal ibu, tapi juga peran bapak dan anak.

Berlangsungnya satu angkatan Sekolah Ibu membuka hati Pak Wali untuk menggali peran bapak dalam kelu­arga. Jika mendidik satu ibu diibaratkan mendidik satu generasi, maka men­didik bapak sama dengan membangun satu pera­daban, ini sebenarnya lebih besar,” kata Yane kepada awak media, akhir pekan lalu.

Nantinya, kata Yane, modul yang diberikan kepada para bapak berbeda dengan penerapan di Sekolah Ibu. Pende­katannya melalui pendidikan agama, karena meningkatkan kualitas para bapak dinilai ber­bicara masalah akhlak dan akidah. “Rencana seperti itu. Dalam waktu dekat mungkin pak wali akan mengadakan pertemuan dengan elemen-elemen keagamaan, misalnya para ulama, untuk membicarakan lebih detil Sekolah Bapak ini,” ucapnya.

Sehingga, sambung dia, launching dari program Sekolah Ba­pak masih butuh waktu, karena masih ada tahapan perte­muan hingga rencana penyusunan modul yang nanti diberikan para pengajar. Meski begitu, wanita 39 tahun ini ingin agar wacana Sekolah Bapak ini diketahui publik sehingga ada du­kungan dari warga.

“Meluncurkan Se­kolah Ibu saja butuh dua tahun. Penyusu­nan modul, visi misi, rekrut pengajar. Ka­rena ini melibarkan pendidikan agama, tahapannya ya rapat khusus dengan para ulama, pembuatan modul, ya tahapan masih panjang. Tapi diberitahu dulu supaya ada dukungan dari warga. Launching setelah semua siap. Kalau 2019 belum siap,” ujarnya.

Ditanya soal anggaran, Yane berkilah, itu ada di ra­nah wali kota. Namun, se­cara tersirat dia menjelaskan, bisa saja program itu masuk dalam anggaran keagamaan. Sebab, dia tidak menampik jika setiap program pasti butuh dukungan anggaran. “Kalau Sekolah Ibu ada 20 modul, Sekolah Bapak bisa jadi beberapa pertemuan saja, tapi mendalam,” ujarnya.

Bahkan, setelah itu bisa nan­ti ada sekolah anak hingga sekolah lansia. Hal itu untuk mendukung program pemkot meningkatkan ketahanan kelu­arga, melihat beberapa persoalan yang dianggap berakar dari keluarga. “Mungkin seko­lah lansia bisa saja dibarengi sekolah bapak, kita lihat nanti,” tutupnya. (ryn/b/yok/py)