FOTO:IST/METROPOLITAN

METROPOLITAN – Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Ni Nyo­man Werti, bakal mengajukan relokasi unit pelayanan kese­hatan yang tengah dipimpinnya ke lokasi strategis. Ia ingin lo­kasinya mudah dijangkau 68 ribu warga dari delapan desa yang ada di wilayah pelayanan­nya. “Kalau posisi puskesmas tetap di Desa Cidahu, tentunya kurang terjangkau warga desa lain, terutama bagi desa yang ada di bawahnya. Sebab, desa ini (Cidahu, red) letaknya di dataran atas dan paling ujung, berbatasan dengan kecamatan lain,” ujar Ni Nyoman.

Ia berharap puskesmas tem­pat tugasnya segera direlo­kasi guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut Ni Ny­oman, rencana relokasi ini juga telah dibicarakan dengan sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat dan mereka pun menyambut baik rencana tersebut. “Bah­kan saya bersama kepala desa sudah survei lokasi yang cocok untuk relokasi puske­smas, yaitu di Desa Pondok­kasotengah,” ungkapnya.

Menurutnya, rencana relo­kasi tersebut tidak bermaksud mendahului pemerintah, teru­tama Dinas Kesehatan. Tetapi supaya memiliki gambaran terlebih dahulu sebelum ia mengajukan hal ini ke dinas induknya. “Ya setidaknya kita harus punya gambaran dulu sebelum mengajukan ke ke­pala dinas, keputusan disetujui atau tidaknya nanti bagaimana beliau saja,” tuturnya.

Ni Nyoman menambahkan, idealnya puskesmas itu harus memiliki ruang pertemuan dan ruang Pelayanan Obsteri Neo­natal Emergensi Dasar (Poned) yang terpisah dengan pasien rawat jalan maupun rawat inap. “Bangunan puskesmas ini ku­rang representatif karena luas bangunannya hanya 300 meter sehingga pelayanannya masih disatukan,” bebernya.

Apabila rencana relokasi ini diamini, dirinya berharap luas lahan dan bangunannya di­tambah paling sedikitnya 1.000 hingga 2.000 meter karena un­tuk pengembangan BLUD nantinya seperti puskesmas perawatan. “Ada delapan desa dan 83 posyandu di wilayah pelayanan kami, ditambah Poned dan layanan 24 jam, membuat kewalahan petugas. Apalagi di puskesmas ini hanya memiliki 34 pegawai yang ter­diri 17 PNS, sisanya pegawai honorer dan BHL. Jadi kasihan yang piket, terlebih bagian po­syandu tidak ada liburnya,” paparnya. (kng/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here