METROPOLITAN – Tahun 2010 lalu, aku mengenal seseorang, namanya Didik, dia adalah pacar sepupuku. Singkat cerita, aku ternoda oleh Didik. Dan membuatku hamil anak kembar darinya ,Tahun 2011, aku melahirkan anak kembarku. Gembira, sedih, kecewa, sesal, entahlah. Yang aku tau, aku hanya berjuang seorang diri.

Di masa sepi, aku berkenalan dengan pria berinisial D. Semenjak aku mengenal D, aku merasa sangat nyaman di sampingnya, akhirnya kita pacaran, bahkan mengenalkan pada orangtua masing-masing. Bahagia rasanya.

Beberapa bulan kita pacaran, D sakit TBC. Dan akibatnya dia harus pulang ke kampung dan kami kehilangan komunikasi sama sekali. Salahku memang, aku tergoda laki-laki dewasa yang mungkin lebih cocok aku panggil Om dan kami menikah.

Dan saat yang sama, D kembali membawa kabar kalau dia akan menikah dengan seorang TKW. Aku merasa ini lah takdirku. Aku terima, aku ikhlas. Rupanya perjalanan perkawinanku dengan Om itu tak semulus yang terlihat. Akhirnya kami bercerai dan aku putuskan untuk meninggalkan Jakarta.

Aku pulang kerumah ibuku. Lalu aku mengenal N. Aku pikir dia cocok jadi papa dari si kembar, karena rasa sayangnya. Ternyata tidak. Aku salah. Orang yang aku suka, ternyata sudah beristri. Bodohnya aku tak tau sejak awal, meski hatiku dah sering ingin berpaling.

Aku diminta kembali ke Jakarta dan mengatakan jika dia akan tetap memilihku, karena yang dia inginkan hanya bahagia bersama anak-anakku. Manis bukan?Aku menyetujuinya. Aku kembali ke Jakarta dimana aku dulu kenalan dengannya.

Tapi pembaca tau, bahkan sampai saat ini, aku masih merindukan mantanku mas Aku menyesal dulu tak menunggunya. Hanya setahun memang. Tapi tanpa kontak sama sekali, itu yang sangat sulit. Ini tahun 2017, mas D sudah 2 tahun menikahi TKW itu. Aku bahagia. Jujur. Hanya saja aku masih terlalu mencintainya. Meskipun tanpa rasa cemburu lagi seperti dulu.

Saat tulisan ini ditulis, aku tengah mengandung anak mas N, yang notabene masih berstatus suami orang. Sudah puluhan kali aku mencoba lepas. Tapi rasa terlalu nyaman itu membuatku kembali ke pelukannya lagi dan lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here