METROPOLITAN – Bupati Sukabumi Marwan Hamami membuat kebijakan soal penyerapan tenaga kerja. Ia meminta para investor yang ingin menanamkan investasi di Sukabumi harus memenuhi komitmen, yaitu memperba­nyak pekerja lelaki.

Marwan mengaku pernah menolak sejumlah investor ka­rena dianggap tidak memenuhi komitmen soal pembagian kuota pekerja perempuan dan laki-laki. ”Saat ini kuota perem­puan pekerja ada di angka 75 persen hingga 80 persen, se­mentara sisanya laki-laki. Nah, sekarang kita balik, melalui terobosan investasi yang saya buat, 75 persen sampai 80 per­sen pekerja harus laki-laki,” kata Marwan.

Pertimbangan tersebut, men­urut Marwan, salah satu bentuk dukungan terhadap hak-hak perempuan. Terutama bagi yang sudah berkeluarga untuk lebih memperhatikan keluarga, khu­susnya tumbuh kembang anak. ”Situasi saat ini, kita ingin agar bagaimana dunia industri tidak banyak mempekerjakan perem­puan. Jadi kita arahkan kepada proses pemberdayaan yang lain supaya anak-anak bisa terurus keluarganya lebih mendapat perhatian,” tutur Marwan.

Ia menegaskan mudah saja Pemkab Sukabumi membuka keran investasi yang menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya tanpa mempertimbangkan fak­tor lainnya. Marwan menjamin kebijakan kuota pekerja laki-laki ini tak menghambat in­vestasi. ”Kebijakan ini (perkerja lelaki, red) tidak mengganggu investasi, hanya mengganggu ruang kesempatan kerja, teru­tama perempuan. Namun ten­tu juga diiringi solusi pember­dayaan lain,” ucapnya.

”Kalau ingin mempercepat penyerapan tenaga kerja, ya tinggal kita buka saja seluas-luasnya. Tapi dampaknya per­gaulan bebas, HIV AIDS, nar­koba. Mau mana? Budak (anak, red) hancur masa depannya gara-gara kurang diasuh dan mendapat kasih sayang ibunya,” tegas Marwan. (dtk/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here