METROPOLITAN – Ciguedeg , Polemik pembangunan Jembatan Kampung Cilamea, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor berbuntut panjang. Tidak dibangunnya jembatan darurat dan memutus akses warga kini sampai ke telinga Camat Cigudeg Acep Sajidin. Acep Sajidin secepatnya akan memanggil pihak kontraktor pembangunan jembatan tersebut. Menurut Acep, pemanggilan tersebut untuk mengkomunikasikan pihak kontraktor dengan masyarakat . Pihak kontraktor bahan untuk pembuatan jembatan sedangkan masyarakat yang menjadi tenaga kerja.

”Agar aktivitas warga tidak terhambat, kami akan memanggil langsung kontraktor yang mengerjakan jembatan tersebut. Meskipun tidak ada di dalam anggaran, pembangunan jembatan darurat itu tetap harus dilaksanakan,” bebernya. Sebelumnya, salah satu Staff Desa Sukamaju, Dahyudin, mengeluhkan proyek pengerjaan jembatan dengan tidak dibuat akses alternatif, yakni jembatan darurat untuk pengendara roda empat. ”Belum lagi pengerjaan yang telat, seharunya pengerjaan jembatan sudah dimulai sejak pertengahan bulan lalu oleh CV. Prasaja Raya Utama, ini baru empat hari,” ketusnya.

Sementara itu Pengawas UPT PUPR Wilayah 6 Cigudeg Taupik Munandar mengatakan, pembuatan jembatan darurat mutlak diperlukan demi kemudahan akses warga mengingat jembatan ini menjadi akses utama untuk menggerakkan semua sektor. Terkait masalah ini, Taupik mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor agar memberikan kebijakan pembuatan jembatan darurat untuk kebutuhan akses ekonomi masyarakat tidak terhambat. “ Memang tidak ada anggaran pembuatan jembatan darurat, namun kami sarankan kepada pihak kontraktor untuk berkordinasi melakukan musyawarah dengan Pemerintah Desa Sukamaju dan warga terkait pembuatan jembatan darurat,” pungkasnya. (kmg/b/ suf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here