JAKARTA – Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengklaim pihaknya mengantongi data elektabilitas kedua calon presiden. Dari hasilnya, dia yakin Prabowo Subianto akan menyalip elektabilitas Joko Widodo.

“Kita tahu hasil survei yang Jokowi miliki seperti apa, ya memang jadi wajar beliau itu jadi panik ya, makanya jadi sering marah-marah keluar statement-statment yang tidak baik ya karena memang elektabilitas nya sedikit lagi akan kita salip,” kata Ferdinand di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru,Jakarta¬†Selatan, Selasa (7/11) malam.

Ferdinand enggan membeberkan proyeksi timnya untuk mendulang elektabilitas Prabowo Subianto. Dia sangat yakin di hari pencoblosan pada bulan April 2019 tahun depan, Prabowo-Sandi memperoleh hasil sekitar 57 persen.

“Yang jelas sampai ke April nanti kita berharap bisa berada membalikkan situasi, mungkin target kita gak sampe 60 persen tapi barangkali ya mungkin di 56-57 (persen) kita akan memperoleh suara nanti,” ucapnya.

Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini punya survei capres-cawapres internal. Prabowo-Sandi memperoleh angka positif. Ferdinand menanggapi santai soal survei lain yang merilis hasil Prabowo-Sandi anjlok.

“Kita punya survei internal terhadap pileg per-dapil. Kita punya survei Pilpres nya juga per-dapil di situ. Itu kita tahu petanya persis, makanya kalau banyak lembaga survei dan merilis survei nya dengan angka angka fantastis kita senyum-senyum saja,” tuturnya.

Meski demikian, dia tak memungkiri elektabilitas Jokowi masih unggul jika ‘head to head’ melawan Prabowo. Namun, Ferdinand menyebut perbedaan angkanya tidak jauh, selisihnya tidak sampai 10 persen. Ferdinand enggan membocorkan detailnya.

“Tinggal satu digit lah, jadi sangat sangat bisa kita salip nanti, perkiraan kita sih di bulan Februari kita sudah akan menyalip elektabilitas Jokowi,” ucap dia.

Pihaknya melakukan survei internal dari bulan Oktober lalu. Respondennya banyak, melebihi survei pada umumnya. Dia mengklaim survei internal timnya dilakukan di 34 provinsi dan mengambil rata rata 600 sampel dari setiap daerah pemilihan di Indonesia yang berjumlah sekitar 80 dapil lebih.

“Kalau yang lain 1200 kita lebih kita di atas 2000. Iya lah makanya kita lebih percaya kepada hasil survei yang kita lakukan dari pada hasil survei yang dilakukan pihak pihak lain,” pungkas Ferdinand.¬†[eko]

Sumber : Merdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here