METROPOLITAN – Artis asal Jepang, Maria Ozawa, dipanggil Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Bali, Rabu (7/11/2018).

Menurut Kabag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Teodorus Simarmata, Rabu (7/11/2018), yang dilakukan pihak Imigrasi ini adalah pengawasan.

Hal ini bermula karena adanya informasi masyarakat bahwa Maria Ozawa datang ke Bali guna melakukan bisnis, bahkan isunya menggelar sex party atau pesta seks.

Pihak Imigrasi pun akhirnya turun langsung ke lapangan kemudian melakukan pengecekan dokumen keimigrasian Maria Ozawa dan memintanya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar guna interview.

“Namun seusai diinterview kemarin (dini hari tadi, red) tidak ditemukan pelanggaran, akhirnya dirilis diperbolehkan kembali pulang ke negaranya. Dan yang bersangkutan telah kembali ke negaranya,” tutur Teodorus.

Theodorus pun membenarkan mengenai pihak Imigrasi Denpasar yang mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir dengan menyaru sebagai tamu membeli tiket yang sebelumnya acara digelar di atas boat dan untuk masyarakat umum.

“Imigrasi berusaha melakukan pengecekan langsung di lokasi sehingga mereka ikut acara. Salah satunya dengan undercover mengikuti acara itu. Tetapi tidak ada pelanggaran yang dilakukan dan akhirnya dilakukan interview di Kantor Imigrasi lalu dirilis, diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai pengambilan paksa paspor milik Maria Ozawa tanpa sepengetahuan pemiliknya, Theodorus menyampaikan pihaknya telah melakukannya sesuai prosedur.

Menurutnya, petugas telah berkomunikasi dengan penyelenggara di lokasi dan akhirnya paspor tersebut diambil hingga Maria Ozawa diminta datang ke Kantor Imigrasi Denpasar. (tib/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here