METROPOLITAN – Hari ini calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno bakal mengunjungi industri rumahan daur ulang Kreatif Saeutik di Kelurahan Ciluar, Bogor Utara. Kedatangannya ke Kota Hujan ini bakal dilanjut dengan beberapa agenda lain.

Termasuk keliling pasar tradisional serta ikut dalam pelantikan dan deklarasi koalisi partai.

Sosok Sandi di Kota Bogor memang sudah tak asing. Beberapa kali ia datang ke Kota Sejuta Angkot ini sambil berkegiatan dengan warga. Beruntung, Kota Bogor menjadi salah satu basis suara Gerindra yang mendukung pencapresan Prabowo-Sandi.

Bahkan jelang pilpres ini, hasil survei Indopollinng Network menyatakan elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto itu sanggup mendepak posisi Golkar yang sebelumnya berada di posisi kedua setelah PDI Perjuangan.

Direktur Indopolling Wempy Hadir mengakui hasil survei yang dilakukannya selama kurun waktu 9-15 Oktober 2018 dengan total 1.200 responden cukup mengejutkan. Sebab, elektabilitas Partai Gerindra mampu menyalip Golkar hingga posisinya berada di urutan kedua (13,8 persen), setelah PDIP dengan elektabilitas sebesar 19,5 persen.

”Temuan elektabilitas Partai Gerindra yang saat ini berada di posisi kedua cukup mengejutkan dan mengubah peta konstalasi partai peserta pemilu di Jawa Barat,” kata Wempy.

Menurut Wempy, tingginya elektabilitas Gerindra tak lepas dari dua figur capres dan cawapres Gerindra, yakni PrabowoSandi. Efek elektoral dua figur itu punya pengaruh signifikan terhadap Gerindra.

”Tingginya elektabilitas Partai Gerindra mengonfirmasi efek elektoral pencapresan PrabowoSandi terhadap partai tersebut,” jelas Wempi.

Penelusuran Metropolitan di tengah warga, sosok Prabowo dan Sandi memang sudah familiar. Apalagi di tengah kaum Hawa, seperti kelompok emakemak.

Kelompok ini seperti jadi kekuatan tersendiri bagi Gerindra dan Prabowo-Sandi mendompleng suaranya.

Survei Indopolling Network menunjukkan peta penyebaran pendukung parpol. Termasuk Partai Gerindra yang punya massa pendukung cukup kuat di wilayah Jabar.

Seperti di Jabar bagian Barat meliputi Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok.

Jabar bagian Tengah; Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur. Jabar bagian Selatan; Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis.

Bila diadu dengan pendukung parpol PDIP, Gerindra masih unggul di wilayah Bogor, baik kota maupun kabupaten.

Dukungan yang besar tentu tak lepas dari harapan yang tinggi pada sosok partai dan juga sosok pemimpin yang diusung.

Kartika (47) misalnya. Warga Kelurahan Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal, itu berharap pasangan Prabowo-Sandi dapat menyelesaikan permasalahan warga dari meroketnya harga bahan kebutuhan pokok, akses lapangan kerja juga mahalnya biaya pendidikan.

“Saya optimis pasangan Prabowo-Sandi bisa menang di Kota Bogor karena sangat dicintai kalangan emak-emak dan milenial,” ujar Kartika kepada Metropolitan.

Hal senada juga diungkapkan Siti Nulaelah warga Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. Menurutnya, selain programnya fokus pada permasalahan ekonomi dengan membuat harga pangan stabil, kedua figurnya sangat melengkapi. Sandiaga Uno yang berangkat dari kalangan pengusaha dianggap punya jiwa muda, kreatif dan inovatif. “Sosok keduanya yang sangat ditunggu masyarakat Kota Bogor. Saya yakni tidak hanya emak-emak yang mendukung Prabowo-Sandi di pilpres Kota Bogor, kaum milenial pun bakal jatuh hati ke nomor urut dua,” tegasnya.

Sementara wiraswasta Kota Bogor, Angga Js Praman, menilai kepribadian Sandiaga Uno yang karismatik dan merakyat membuatnya dicintai dan dikagumi warga Kota Bogor, termasuk kaum milenial. Apalagi calon presidennya Prabowo yang terkenal dengan sosok tegas dan berwibawa, sehingga keduanya saling melengkapi. “Jokowi-Ma’ruf bukan lawan tangguh Prabowo-Sandi, tetapi lawan tangguhnya Prabowo-Sandi yakni kecurangan,” singkatnya. Selain di Gerindra dan PDIP, elektabilitas partai lain ada PPP 4,7 persen, PKB 4,3 persen, Demokrat 3,4 persen. Sementara elektabilitas partai lainnya masing-masing masih di bawah 2 persen. Potensi pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters masih tersisa sebesar 32,5 persen. (ads/c/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here