METROPOLITAN – Februari 2018 lalu, Sutarso mendapat kepercayaan menjadi Lurah Empang. Sepuluh bulan sudah ia menjalani tugas di wilayah Selatan Kota Bogor. Berkat beragam upaya yang dilakukannya bersama aparatur kelurahan, prestasi membanggakan pun berhasil diraih. Seperti menjadi penyaji terbaik dalam helaran Hari Jadi Bogor (HJB) tahun ini sedesa di Kota Bogor.

Sutarso mengatakan, pada helaran itu, pihaknya mempertontonkan dan menyajikan tarian Hanjuang Pemanah Rasa (HPR) yang memang menjadi budaya Kelurahan Empang yang bertahan hingga kini.

”Kami perwakilan Kelurahan Empang bersyukur atas potensi masyarakat yang hingga kini masih dipertahankan dengan baik,” tuturnya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menambahkan, tarian HPR tersebut beda dari tarian lain. Sebab, para penari dihiasi busana daun hanjuang.

”Tentu ini menjadi adat istiadat yang harus terus dilestarikan di tengah perkembangan era modernisasi,” katanya.

Ia menyampaikan, pergerakan yang ada hingga kini pun diharapkan menjadi wadah mengenalkan budaya Kelurahan Empang hingga kancah nasional.

”Ya harus tetap dipertahankan karena ini merupakan karya seni murni warga Empang,” tandasnya. (yos/b/yok/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here