PEMAIN FILM DREAD OUT SAMBANGI KOTA HUJAN Film Lokal Pertama Adaptasi Game

by -34 views

METROPOLITAN – Pemain film DreadOut menyapa para penggemar pada Indonesian Communication Movie Festival (Icomofest) 2.0 di gedung Kemuninggading, Balai Kota Bogor, akhir pekan lalu. Kedatangan mereka dalam rangkaian promosi dari film besutan sutradara Kimo Stamboel itu.

SEJUMLAH pemain hadir dan berinteraksi langsung dengan penggemar, seperti Caitlin Halderman (sebagai Linda), Marha Aruan (sebagai Jessica), Ciccio Massero (sebagai Alex) dan Irsyadillah (sebagai Beni). Selain itu, produser film Wida Handoyo pun datang ke Kota Hujan.

Film DreadOut diangkat dari game horror PC buatan developer Indonesia pertama yang sukses dan populer di platform internasional. Rumah produksi Goodhouse.id dipercaya menggarap film ini. Game DreadOut merupakan game genre horror yang mengangkat kisah petualangan Linda dan teman-temannya, yang menyelamatkan diri dari serangan hantu-hantu seperti pocong, kuntilanak, tuyul, sundel bolong sampai babi ngepet.

“Kami merasa tersanjung dipercaya Digital Happiness untuk mengangkat game legendarisnya ke layar lebar. Bersama sutradara Kimo Stamboel, menerjemahkan game jadi karya film. Kami optimis, karena potensi market dari penggemar film horor dan komunitas gamers sangat besar di tanah air,” ungkap Produser Film, Wida Handoyo.

Wanita kelahiran 17 Desember 1974 itu berharap, film DreadOut jadi pelopor gamers dan developer game di Indonesia untuk makin semangat dalam berkarya di industri kreatif. Apalagi, ini film pertama yang diangkat dari game buatan lokal, sehingga diharapkan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

”Termasuk cast-nya juga semangat, karena mereka tahu ini film pertama yang based on game. Produksi lokal, game lokal pula,” ucap dia. Wida menambahkan, film ini memakan waktu syuting selama 33 hari, di beberapa lokasi seperti, Jakarta, Ciawi dan Cibodas. Jika tidak ada aral melintang, film akan segera rilis pada awal tahun depan.

Film ini, kata Wida, bercerita tentang sekelompok siswa SMA, yang disebabkan iri hati dan ingin punya popularitas di media sosial. Lalu mereka pun pergi ke apartemen kosong, sengaja bermain-main di gedung dan merekam kegiatan disana. ”Namun tanpa disengaja, mereka membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke neraka,” jelasnya.

Sementara itu, pemeran utama film Caitlin Halderman mengaku senang ambil bagian dari film yang diadaptasi dari game ini dan bisa datang Icomofest untuk bertemu dengan penggemar. Dirinya tertarik main di film ini karena ingin mencoba karakter dan genre film yang baru, tidak hanya drama percintaan saja. Apalagi karakter Linda yang kuat menjadi tantangan tersendiri. ”Harus intens latihan endurance. Persiapan sebelum mulai produksi pun matang,” kata Caitlin kepada awak media.

Di tempat yang sama, pemeran lainnya Ciccio menuturkan, film dengan genre horor masih punya tempat di hati pecinta film. Apalagi jika mengangkat budaya lokal indonesia. ”Makanya selalu laku. Masyarakat kita suka yang berbau mistis,” tuntasnya. (ryn/b/yok)