METROPOLITAN – Cisarua , Pedagang Kaki Lima (PKL) Sodetan di arah masuk Pasar Cisarua kembali resah. Sebab, para PKL kembali menerima surat pembongkaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Surat bernomor 331.1/1431-Tibum tertanggal 1 November 2018 itu ditandatangani Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Herdi.

Anehnya, pembongkaran PKL sepanjang 50 meter itu terkesan ’ngotot’ lantaran dalam tiga bulan terakhir sudah tiga kali menerima surat dan dalam bulan yang sama Satpol PP telah datang dengan personel tiga regu untuk membongkar lapak tersebut.

Bahkan, Bupati Bogor, Nurhayanti, memerintahkan Camat Cisarua, Bayu Rahmawanto, menertibkan bangunan pedagang. ”Saya heran lapak sepanjang ini selalu diotak-atik, tapi untuk bangunan liar (bangli) di sepanjang Pasar Cisarua tak pernah disurati apalagi mau dibongkar,” keluh salah seorang PKL, Muhtar.

Untuk menegakkan aturan, ia meminta pemerintah tidak tebang pilih. Semua bentuk pelanggaran, baik keberadaan PKL hingga vila liar, ikut diberedel. ”Kenapa lapak yang juga berdiri di lahan negara tidak dibongkar, kenapa juga vila liar tidak dibongkar. Kami cuma cari makan, tapi kenapa bupati Bogor yang seharusnya memberikan solusi bagi ‘perut’ kami malah seenaknya. Kami bukan nggak mau ikut aturan, tapi terbentur kemampuan. Sementara keluarga kami perlu makan,” bebernya.(ash/b/suf/ py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here