METROPOLITAN – Memasuki akhir tahun, gedung DPRD Kota Bogor baru yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanahsareal, belum bisa digunakan para wakil rakyat. Sebab, proyek pembangunan gedung ini belum rampung dan baru menyelesaikan pekerjaan sekitar 45 %. Pelaksana proyek PT. Lima Daya Agung Sentosa, Fery Dermawan  mengatakan, ada dua pekerjaan yang utama yang dikerjakan yakni, pembuatan jalan dan lanskap lobi pintu utama gedung DPRD Kota Bogor.

Pekerjaan jalan meliputi pengaspalan, mulai dari jalan masuk, akses seputaran gedung, hingga parkir luar gedung. Saat ini, pengaspalan jalan utama dan lahan parkir tengah dirampungkan. ”Untuk lobi, ada pekerjaan Drop off dengan kanopi-nya. Lanskap bentuknya hampir bundaran, di depan lobi, droping dan memutar arus kendaraan ke parkiran atau keluar.

Bagusnya bundaran sempurna, tapi mentok dengan batas yang lahan bukan gedung dewan, di depan itu,” katanya saat ditemui di lokasi proyek, (7/11). Fery menambahkan, akses pejalan kaki pun tengah dikerjakan, yang membentang sepanjang pintu utama luar hingga lobi, dengan total 123 meter di kanan dan kiri jalan. Sedangkan untuk kapasitas parkir, Fery memperkirakan lahan parkir belakang gedung bisa memuat 50 mobil dan 100 sepeda motor. “Plus dua sampai tiga bus, yang posisinya khusus di sebelah kanan gedung,” paparnya. Namun, kata Fery, pekerjaan ini bukan tanpa kendala.

Sebab, cuaca yang belakangan sering turun hujan jadi salah satu hambatan. Selain kendala saat  pertama memulai pekerjaan, saat lokasi sudah ditumbuhi rumput liar yang cukup tinggi. Sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK), sambung dia, pihaknya berkewajiban menyelesaikan proyek dengan nilai kontrak Rp4,5 miliar itu selama 100 hari kalender, sejak 20 September hingga 28 Desember. “Targetnya akhir bulan ini sudah 70 persen. Jadi sebelum masa konttrak habis, pekerjaan selesai. Kan awal tahun sudah mau diisi oleh anggota dewan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Herman Rusli pernah menjelaskan, pekerjaan gedung DPRD lanjutan ini menelan pagu anggaran Rp5,3 miliar untuk bangun fasade bangunan, lanskap dengan canopy, juga jalan. Dia mengakui waktu yang ada agak mepet, karena menunggu masa pemeliharaan proyek bangunan utama. ”Lanjutan, lebih ke fasade (muka lobi gedung) dan lanskap, bentuk bundaran untuk mempercantik. Juga akses jalan disekitaran gedung,” pungkasnya. (ryn/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here