arifin/metropolitan

METROPOLITAN – Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai peta politik pemilihan presiden (pilpres) 2019 di Jawa Barat (Jabar) lebih didominasi relawan ketimbang partai politik. Musababnya, minimnya peran partai di Jabar lantaran swing voters di Jabar mencapai angka 50 persen.

Sementara untuk menggaet para pemilih tersebut diperlukan peran relawan. “Para swing voters yang belum menentukan pilihan itu cenderung menolak kehadiran partai politik.

Kalau mereka yang dekati orang partai maka sulit, ini harus relawan. Dengan swing voters mencapai 50 persen, ini perlu relawan yang turun bukan partai,” ujar Hermawan saat diskusi publik yang diselenggarakan Indopolling Network Research and Consulting bertajuk ’Survei Peta Politik Pileg dan Pilpres di Jabar’ di Jakarta pada 6 November.

Menurutnya, lebih berperannya relawan dibanding mesin partai hanya bisa dilakukan di Jabar saja. Untuk daerah lain, cara tersebut belum tentu ampuh.

Sebab Jabar merupakan daerah sedikit unik karena memiliki karakteristik dan sejarah yang khas. “Kalau di Papua, Jokowi bisa menang 120 persen, tapi populasi yang besar itu kan adanya di Jabar, jadi buat kedua pasangan capres perlu strategi khusus yang mengutamakan relawan,” pungkasnya. (rmol/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here