METROPOLITAN – Tren belanja online tengah naik daun. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan menjadi nilai tambah metode belanja ini.

Hanya dengan sekali klik, Anda bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Namun, belanja online bisa bahaya bagi keuangan, misalnya melakukan pembelian impulsif, belanja melebihi budget, atau menghabiskan waktu melihat-lihat barang. Apakah Anda mengalami ini?

Anda tahu uang dan waktu Anda bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain yang lebih penting. Namun menghentikan kebiasaan belanja online tetap saja terasa sulit. Berikut cara mengatasi kecanduan belanja online.

  1. Lacak Waktu Penggunaan

Berapa lama waktu yang Anda habiskan setiap hari atau setiap minggunya untuk belanja online? Kemungkinan Anda tidak sadar.

Gunakan aplikasi seperti RescueTime untuk melacak aktivitas di komputer atau smartphone. Aplikasi ini akan memberikan laporan tentang waktu yang Anda habiskan pada tiap situs atau aplikasi. Dengan demikian, Anda akan lebih sadar mengenai waktu yang Anda gunakan sehari-harinya dan lebih bisa mengontrol diri.

  1. Blokir Situs e-commerce yang Biasa Anda Kunjungi

Mengunjungi situs belanja memang menjadi salah satu cara untuk bersantai sejenak. Namun, jika Anda kerap kali berakhir dengan barang-barang yang tidak dibutuhkan, mungkin Anda harus mencari cara lain untuk rileks.
Untuk mengatasi kecanduan ini, Anda bisa mulai dengan memblokir atau meng-uninstall aplikasi e-commerce dari gawai sehingga Anda tidak terus menerus memeriksanya di saat waktu luang.

  1. Hapus Informasi Kartu Kredit

Banyak orang yang menyimpan informasi kartu kreditnya pada situs-situs e-commerce untuk mempermudah dan mempercepat pembayaran.
Namun, kemudahan ini juga merugikan karena Anda bisa dengan cepat membeli barang tanpa berpikir dua kali. Dengan menghapus informasi kartu kredit yang tersimpan, proses pembelian akan lebih rumit.
Anda harus mengambil dompet kemudian memasukan informasi kartu kredit dan alamat. Proses yang lebih kompleks dan waktu yang lebih lama ini memberikan Anda kesempatan untuk mempertimbangkan kembali pembelian yang akan dilakukan. Selain itu, ini juga mengurangi risiko terjebak penipuan atau pencurian identitas.(mc/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here