METROPOLITAN – Kepala SDN Kawungluwuk Kota Bogor, Sudarmi, terus menjunjung tinggi hak anak sebagai pribadi yang harus dididik dengan perasaan dan budi pekerti yang baik. Hal itu dilakukan karena sekolah terus menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA).

“Kami menjadikan kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil pengelola dan penyelenggara pendidikan. Jadi, kami selalu menekankan kepada tenaga pendidik dan kependidikan memperhatikan hal itu,” katanya.

Dengan begitu, sambung dia, para guru dan tenaga kependidikan harus menghormati hak siswa ketika mengekspresikan pandangannya dalam segala hal, khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Sehingga siswa merasa nyaman dan menyenangkan dalam proses belajar di sekolah.

Selain itu, sekolah juga selalu menjamin kesempatan setiap siswa untuk menikmati haknya dalam pendidikan tanpa diskriminasi berdasarkan disabilitas, gender, suku bangsa, agama, jenis kecerdasan dan latar belakang orang tua. “Kami selalu mempertimbangkan situasi sekolah yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak dan perlindungan siswa dari kekerasan, diskriminasi serta perlakuan tidak wajar,” imbuhnya. (tur/ar/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here