ade/METROPOLITAN

METROPOLITAN – Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor, Subhan Murtadla, angkat bicara soal viralnya berita tentang Yusril Ihza Mahendra (YIM) yang merupakan ketua umum PBB yang kini menjadi pengacara pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Jokowi-Ma’ruf Amin. Subhan mengaku kader partai sangat terkejut ketika mendapatkan kabar tersebut.

Namun setelah diberi penjelasan oleh pusat, mereka bisa mengerti. Tetapi jika melihat respons masyarakat dan memperhatikan tanggapan kader PBB akan berita tersebut, reaksi pertama yakni senyuman. Kenapa, ketika YIM membela Rahmawati, Sri Bintang Pamungkas saat itu masyarakat dan kader partai yang sekarang ikut menghujat.

”Kejadian tersebut tidak lantas membawabawa PBB menjadi besar atau setidaknya mengangkat nama PBB itu sendiri,” ujarnya. Sama halnya ketika YIM membela warga luar Batang, menolak Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas, masyarakat dan kader partai biasabiasa saja.

Ketika YIM membela seorang nenek di Gianyar hingga ke MA, publik dingin dan kader juga tidak banyak tahu. Apalagi ketika ia membela Alfian Tanjung, Buni Yani, buruh, guru honorer dan lainnya, tidak ada yang menyangkutpautkan pengabdiannya dengan partai.

Sekarang ini ia sebagai pengacaranya Jokowi dan Kiai Ma’ruf, langsung ramai-ramai menghujat PBB. ”Bagi saya sebagai ketua DPC PBB Kota Bogor dengan tegas menyatakan bahwa Prof DR Yusril Ihza Mahendra sebagai seorang pengacara, seperti biasanya dan seperti pengacara yang lain berhak menjadi pengacara siapa saja,” ungkapnya.

Subhan menegaskan PBB adalah partai politik yang kebetulan sekarang dipimpin YIM. Keputusan partai ada mekanisme yang berlaku dan bukan apa yang menjadi sikap YIM menjadi sikap partai. “Intinya partai akan memutuskan pilihan politik secara nasional nanti di awal Desember melalui Rakornas,” katanya.

Ia menambahkan, PBB Kota Bogor sangat dekat dengan paslon Prabowo- Sandi, bahkan ada fungsional  dan caleg PBB yang bergabung di Timses Prabowo-Sandi Kota Bogor Bahkan ada caleg yang tersibuk mendukung kampanye paslon Prabowo- Sandi sampai-sampai lupa tugasnya sebagai caleg PBB yang harus memenangkan kursi DPRD Kota Bogor. Ketika ditanyakan tentang sikap PBB, pihaknya sudah jelas dari dulu sesuai sikap ketua umum.

Sebab patokannya tetap merujuk pada hasil ijtima ulama I dan II. “Kalaupun calon tunggal Bapak Jokowi, lebih baik mendukung kotak kosong. Keputusan PBB secara politik dukungan akan diputuskan secara nasional nanti di awal Desember melalui Rakornas,” pungkasnya. (ads/b/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here