ist/metropolita n

METROPOLITAN – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hadi Susilo Arifin, menyampaikan untuk menciptakan Kota Ramah Air di Bogor Raya diperlukan transformasi implementasi pengolahan air perkotaan menjadi sistem yang lebih berkelanjutan.

Water Sensitive Cities (Kota Sensitif Air) atau Kota Ramah Air adalah suatu konsep kota di masa yang akan datang, di mana tak hanya memenuhi kebutuhan air perkotaan, tapi juga bagaimana sumber daya air sekaligus memberi manfaat untuk meningkatkan kenyamanan tinggal di kota tersebut dan kota yang memiliki kelentingan (resilient) dan memiliki daya tahan terhadap air.

“Sumber daya alam Bogor yang berlimpah, ratusan danau alami, Kebun Raya Bogor (KRB) yang terkenal dan reputasi sebagai Kota Hujan sangat ideal untuk melakukan transformasi ke Kota Ramah Air.

Kegiatan penelitian Bogor Ramah Air sudah dilakukan di wilayah pulau Geulis, Griya Katulampa, Cibinong Raya dan Sentul City yang berlokasi di kota dan kabupaten Bogor,” katanya saat memberikan Keynote Speech dalam Diseminasi dan Pameran bertemakan “Bogor Ramah Air” di IPB International Convention Center (IICC) Bogor Selasa (4/12). Sementara itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria dalam sambutannya mengatakan, bahwa hasil penelitian para ahli ini sangat bermanfat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ini juga merupakan bahan masukan yang sangat berharga bagi PemerintahKota dan Kabupaten Bogor dalam merancang pembangunan yang berwawasan lingkungan terutama yang berkaitan dengan penyediaan sumberdaya air.

“Sekarang ini krisis air bersih sangat luar biasa tinggi. Untuk itu dibutuhkan sinergi antara para stakeholder seperti akademisi, bisnis, government, community dan media untuk saling bersatu, bahu membahu menciptakan Bogor baik kota maupun kabupaten menjadi kota ramah air,“ kata Rektor.

Menurutnya para peneliti juga telah bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dan memahami pengetahuan lokal masyarakat tentang sistem air di Bogor.

Terutama dalam kapasitas konsep kota yang ramah air (Water Sensitive City) yang perannya penting dalam membangun kota yang tangguh dan layak huni di masa depan.

“Masyarakat mendapatkan edukasi akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan menghargai air bersih untuk kehidupan sekarang dan masa depan,” ujarnya.(*/rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here