Cara Promosi Caleg Ini Jadi Viral Jadi Driver Ojol, Pajang Poster Di Jaket

by -14 views

METROPOLITAN – Keinginan untuk menjadi anggota dewan tampaknya tak terbendung lagi untuk seorang Edy Winarto (47). Setelah dua kali gagal, tahun ini, ia kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif untuk DPRD Kota Surabaya dari Dapil 1 Kota Surabaya, Jawa Timur.

Edy menjadi satu-satunya caleg yang profesi saat ini adalah driver ojek online (ojol). Edy pun hanya mengandalkan satu alat peraga kampanye (APK) dan rasa optimistis untuk menang di Pileg 2019. Satu APK itu adalah poster yang dipasang di jaket ojolnya. Dia beraslasan tak memiliki dana untuk membuat banyak poster seperti caleg lainnya. Praktis, setiap kali kerja, masyarakat Surabaya akan melihat atribut kampanye yang dibawanya. APK yang terpasang di jaketnya itu cukup menarik perhatian sejumlah pengguna jalan.

Pada APK itu terpampang wajah terbaik Edy Winarto serta nomor urut pemilihannya. Tertera juga kebanggaan Edy yang berprofesi driver ojol siap duduk di kursi legislatif.Pria asal Dupak Bangun Rejo, Surabaya, ini merupakan caleg dari Perindo. Sudah tigas tahun Edy bergabung dengan partai yang digawangi Hary Tanoesoedibjo. Bahkan, Edy dipercaya jadi pengurus partai tingkat Kecamatan Krembangan. “Setelah dipilih dan dikasih nomor saya ikut aja. Kemudian melewati seleksi ternyata lolos,” ujar Edy kepada kumparan, Senin (3/12).

Edy juga sudah tiga tahun menggeluti profesi sebagai ojol. Meski begitu, niatnya untuk duduk di kursi anggota dewan tak terbendung lagi. Edy tak malu atau gengsi mengakui profesinya sebagai ojol di depan para caleg yang hidupnya lebih mewah darinya. “Mulai awal ramai ojek online di Surabaya, saya sudah jadi ojol. Ini sudah menjadi rejeki saya. Kalau jadi legislatif, saya ingin membuat kebijakan yang pro rakyat dan tepat sasaran,” lanjut dia.

Edy bekerja sejak pagi hari hingga malam hari. Selama bekerja itu, APK menempel di jaketnya. Modal yang diperlukan Edy untuk memasang APK di jaketnya hanya Rp45 ribu.  “Saya kan nggak punya uang cukup. Jadi satu spanduk tempel di jaket. Jadi saya pakai sendiri kalau rusak, ganti serepnya ada dua lembar. Kalau rusak lagi, baru cetak lagi,” ucap Edy. (lin/els)

Loading...