METROPOLITAN– NANGGUNG – Sebanyak 32 RT di 07 RW, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, menolak program ban­tuan beras prasejahtera (rastra) lan­taran tidak sesuai kuota yang diusul­kan. Ketua RT 01/07, Kampung Pon­dokbujang, Desa Batutulis, Wawan, bersama ketua RT lainnya menolak tegas program subsidi Rastra yang akan digulirkan berubah menjadi se­perti kartu ATM Bantuan Non Tunai (BNT), Selasa (11/12).

Wawan beralasan, data yang diusulkan tidak sesuai jumlah penerima bantuan. ”Kami termasuk ketua RT lainnya me­nolak tegas. BNT itu terkesan dipaksa­kan. Kami tak mau disalahkan, apala­gi sampai terjadi bulan- bulanan ma­syarakat,” imbuhnya.

Menurut Wawan, masyarakat pasti banyak yang kecewa karena data pe­nerima bantuan masih menggunakan data lama dari Desa Parakanmuncang. Riak-riak ketua RT yang berkerumun di kantor Desa Batutulis menyatakan sikap aksi penolakan bersama.

Hal serupa dikatakan Ketua RT 01/04, Kampung Pasirgintung, Aip Sahrudin. Program Rastra yang berubah men­jadi nama BNT itu pemanfaatannya dinyatakan tidak tepat sasaran. “Ke­napa, karena pemerintah masih meng­gunakan data lama pada 2010. Jadi, yang tahu kondisi masyarakat layak dibantu atau tidak ya kami, bukan pemerintah pusat,”’ paparnya.

Lalu, Sekretaris Desa Batutulis, Ukat Sukatma, mengakui program Rastra memang kacau dan pihak desa tak bisa memutuskan. Program Rastra tersebut tak tepat sasaran, bahkan sudah beberapa kali dilakukan veri­fikasi namun masih menggunakan data lama. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (PKM) Ke­camatan Nanggung, Ida Nurhidayati, tidak bisa berbuat banyak. “Silakan komplainnya langsung ke dinsos, se­bab mereka memakai data dari BPS,” tuntasnya. (kmg/b/suf/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here