METROPOLITAN – Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan penyebab terjadi­nya banjir di beberapa ruas jalan raya di wilayah Kabupa­ten Sukabumi akibat adanya drainase yang ditutup. ’’Bukan meluap, tapi ini dampak dari banyaknya masyarakat yang menutup drainase, seperti yang di Cibadak,’’ kata Marwan.

Marwan hadir di Kota Suka­bumi dalam kegiatan penan­datanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Su­kabumi dengan Pemkot Su­kabumi untuk peningkatan pelayanan publik. Menurut dia drainase yang terdapat di sepanjang lokasi banjir ter­sebut sudah sesuai perenca­naan dan masih bagus. Hanya saja di beberapa lokasi terse­but terdapat drainase yang ditutup sehingga air tidak lancar. ’’Saat mereka membangun jalan masuk dan melintasi drainase itu yang menjadi persoalan tanpa mengindahkan lagi alur air,’’ ujar dia. ’’Ya tanpa disadari, mereka sendiri yang melaku­kannya,’’ sambungnya.

Meski begitu, Marwanb er­janji akan melaksanakan lang­kah-langkah pembenahan agar tidak lagi terjadi banjir di wi­layahnya, terutama di ruas jalan raya yang kerap dilanda banjir. ’’Juga mengimbau ma­syarakat untuk memperbaiki drainase yang ditutup dan membersihkan sampahnya,’’ imbau Marwan.

Sebelumnya, sejumlah ruas jalan raya yang kerap dilanda banjir setiap hujan deras meng­guyur, di antaranya Jalan Raya Sukabumi-Cianjur di wilayah Sukalarang, Jalan Raya Suka­bumi-Bogor di wilayah Ciba­dak dan Jalan Raya Selabin­tana di Kecamatan Cibadak. Dampak banjir dadakan di ruas jalan raya itu juga menga­kibatkan sejumlah kendaraan bermotor mogok. Karena luapan air dari drainase ter­sebut sempat merendam ba­dan jalan hingga selutut orang dewasa.

Bahkan banjir yang terjadi di jalur pariwisata Jalan Sela­bintana airnya mengalir sangat deras. Karena kontur tanah di lokasi Jalan Selabin­tana dari Kota Sukabumi ke arah Selabintana menanjak. Limpahan air dari banjir ter­sebut hingga mencapai wi­layah Kota Sukabumi di wi­layah Kampung Cimanggah, Kecamatan Cikole. ’’Kalau musim hujan, apalagi hujan­nya turun dengan deras ya seperti ini terjadi banjir ci­leuncang,’’ ungkap seorang warga, Nanan (40). ’’Kami sangat berharap adanya per­baikan saluran drainase biar bila hujan bisa lancar. Kalau selalu banjir cileuncang kan bisa merusak aspal di jalan raya,’’ sambung dia. (kps/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here