JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menduga orang yang mengaku kader PAN di Sumatera Selatan sedang mencari keuntungan pribadi dari kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Sebab, sebagian besar dari mereka ternyata bukan kader. “Saya menduga mereka hanya mencari sensasi atau mencari keuntungan sesaat saja. Kader PAN ikut mereka dukung Jokowi-Maruf, nanti mereka datang ke kubunya Jokowi Maruf dan bilang ‘tolong deh kita bergerak, minta dibantu logistiknya’. Saya pikir seperti itu, jadi ini moduslah,” ujar Eddy ketika dihubungi, Jumat (14/12/2018).

Dengan mengklaim sebagai kader PAN yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, mereka bisa meminta logistik kepada tim pasangan nomor urut 01 dengan alasan ingin mengampanyekan capres petahana itu.

Adapun dari 25 orang yang mengaku kader, Eddy mengatakan, hanya 2 orang yang memang anggota PAN Sumatera Selatan. Namun, kedua orang itu juga hanya kader yang sudah tidak aktif lagi.

“Dua pentolannya itu adalah kader yang tidak aktif dan tidak produktif. Makanya kita enggak pernah minta dia duduk di kepengurusan,” ujar Eddy.

“Dan yang di belakang-belakang yang ada di foto itu malah bukan kader sama sekali. Itu mungkin hanya orang yang disewa, dipakaikan baju PAN untuk ikut berfoto,” tambah Eddy.

Sebelumnya, sebanyak 25 orang yang mengaku sebagai kader PAN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Selatan menyatakan diri mendukung Joko Widodo-Amin M’aruf dalam Pilpres 2019 mendatang. Dukungan itu disampaikan mereka  di restoran Rumah Bari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (12/12/2018).

Bahkan, spanduk berukuran 5×2 meter juga terlihat dipasang  dan bertuliskan “Kader dan Simpatisan DPW Partai Amanat Nasional Sumatera Selatan mendukung Ir H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024”.

Sumber : Kompas.com

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here