Paramita Edward (24) seorang mahasiswi menunjukan sisa uang dollar yang tersisa usai melapor ke Polsek Bogor Tengah, Rabu (5/12). Korban kehilangan 200 dollar singapura dan euro senilai 21 juta saat makan disalah satu tempat makan di Kota Bogor. Fadli/Metropolitan/JPG

METROPOLITAN – Tak terima uang tunai senilai 2.000 Dolar Singapura yang disimpan dalam tasnya dicuri, Paramita Edwan, warga Kompleks Griya, Desa Karangasem Barat, Kecamatan Citeureup, melaporkan teman dekatnya berinisial SB ke Mapolsek Bogor Tengah, kemarin.

Paramita mengaku awalnya pada Sabtu (1/12) bersama SB nonton di nonton lantas makan bareng dengan teman satu kuliahnya di rumah makan Bebek Pak Ndut di Jalan Pemuda, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. ”Saat di toilet Botani, saya cek uang tunai senilai 2.000 Dolar Singapura atau setara dengan Rp21 juta masih ada di dompet,” ujar Paramita.

Sambil menunggu pesanan makan datang, ia pergi ke toilet rumah makan dan meninggalkan tas berisi dompet di meja makan. Selesai makan lantas pulang ke rumah. “Uang yang hilang 2.000 Dolar Singapura atau setara Rp21 juta. Perkiraan hilang di rumah makan Bebek Pak Ndut. Sekarang lagi cari CCTV,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Tegah Kompol Syaifuddin Gayo membenarkan akan adanya laporan pencurian tersebut. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan para saksi. “Saat ini, SB masih menjadi saksi. Intinya masih didalami, jangan sampai yang terlapor melapor balik,” pungkasnya. (ads/b/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here