METROPOLITAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggandeng Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah (PS MDP) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM-IPB) untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada pengelola keuangan di Kabupaten Merauke.

Kolaborasi BPKP, FEM IPB dan Pemkab Merauke membentuk Center of Excellent Local Governance and Economic Development (CoE LOGED) yang fokus kepada peran pengelola keuangan negara yang harus terus didukung melalui riset berkelanjutan.

Menurut Sekretaris Program CoE LOGED, Dr. A Faroby Falatehan, CoE ini bertujuan mempercepat penyebaran best practices akuntabilitas keuangan dan pembangunan melalui riset terapan, pengembangan metodologi dan diseminasinya.

Kegiatan CoE LOGED di Kabupaten Merauke difokuskan pada kegiatan kajian dan pelatihan mengenai Monitoring Risiko Fiskal Daerah. “Monev dilakukan di beberapa instansi yaitu Bappeda, Inspektorat, Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra, BPS dan Universitas Musamus,” katanya.

Hasil Monev menunjukkan kegiatan ini sangat penting dalam mendukung kondisi keuangan daerah Kabupaten Merauke. Dengan adanya Monitoring Risiko Fiskal Daerah, suatu daerah dapat mengetahui permasalahan apa saja yang ada di daerah. “Konsep Monitoring Risiko Fiskal Daerah ini merupakan konsep baru, karena melihat kondisi fiskal daerah dari berbagai sisi. (*/rez/py)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here